oleh

Warga Penjaringan Keluhkan suara Bising dari Industri Rumahan 

ANALISNEWS, JAKARTA – Keberadaan industri rumahan percetakan plastik di wilayah Jalan Bakti 2, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dikeluhkan warga.

Industri rumahan tersebut memang berada di pemukiman padat penduduk.

Alhasil,  aktivitas kegiatan percetakan plastik yang diduga tidak mengantongi Izin itu kerap mengganggu ketenteraman warga.

Terlebih suara bising mesin dari aktivitas percetakan plastik dengan jam kerja dari pagi hingga Malam itu sungguh membuat warga tak nyaman.

Menurut ketua Rukun warga (RW) setempat, Muh Alan menjelaskan, “Ya saya tau dan sudah menerima pengaduan dari salah satu warga yang merasa terganggu , dengan adanya kegiatan percetakan plastik, dan surat pengajuan yang merasa Terganggu, sudah saya terima dan saya sudah sampaikan ke pihak terkait seperti lurah, Camat, dan walikota,” katanya kepada wartawan baru-baru ini.

“Saya pun jujur tidak ada laporan terkait kegiatan percetakan plastik yang ada diwilayah Jalan bakti 2, RT 03/07 no.24 kelurahan penjaringan kecamatan penjaringan Jakarta Utara. karena pemilik pun tidak ada laporan, begitu ada hal seperti ini baru ada pembicaraan saya sebagai (RW) hanya menengahi dan namanya pengaduan saya tindak lanjuti untuk dapat diselesaikan, Secara musyawarah, dan kasus ini sudah di sampaikan ke pak lurah.”

Salah satu warga yang merasa terganggu Ramli menjelaskan dirinya merasa terganggu dengan suara mesin dari industri rumahan itu.

“Seperti hidup di dalam kereta Api Dag Dug Dak Dug suara mesin percetakan itu, sangat terdengar Jelas ke dalam rumah hingga terasa Getaran sangat kuat membuat tembok yang ada cermin di depan kamar saya Bergetar,” keluhnya.

Karena dua Mesin percetakan itu tepat berada dibelakang dinding rumah Saya  sudah mendengar sendiri kan bagaimana suara nya itu mesin yang aktif baru satu posisi di dalam kamar rumah kalau dua dua nya aktif bagaimana Rasanya itu Aja Jendela rumah saya tertutup coba kalau terbuka suara nya benar – benar mengganggu Jika anda menjadi saya,” Ujarnya.

Padahal keluhan saya sudah saya sampaikan ke kelurahan , Tapi kenapa penjelasan pak lurah tidak masuk akal harus menunggu beberapa bulan Tidak mudah untuk ditindak lanjuti.

“Saya hanya ingin tinggal tenang dirumah saya kok susah. padahal sudah jelas kegiatan percetakan plastik itu tidak mengantongi izin apa pun kenapa masih dibiarkan ada apa,” Ujarnya seraya bertanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Santo mewakili pemilik mengatakan “Sebenarnya sih yang konyol bukan kita ya tapi dia, masalah begini kok sampai bawa bawa Media kalau bukan anak kecil bisa diselesaikan baik baik, kita gak emosi jadi kepancing emosi, gak pernah kejadian, memang kita kasus apa sih pembunuhan Jual narkoba juga enggak kita orang loh pak bukan Tuhan,” katanya berkelit.

“Saya Juga pengen tahu sebesar apa sih rasa terganggu dia dengan suara mesin plastik saya biar tahu dan bisa duduk bareng, untuk mencari solusi yang baik,” tambah Cun – Cun adik santo anak pemilik percetakan plastik itu.

Tambah dia, “Padahal sudah sering saya kerumah pak Ramli namun tidak pernah ada dirumah menurut istrinya, saya pun sudah menyampaikan untuk dapat bertemu Agar dapat diselesaikan secara musyawarah,” tutup Cun – Cun. (Fajar Daeng) 

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed