oleh

Begini Komentar Christian Rotok Terkait Polemik Lokasi Sekolah SMAN 1 Rahong Utara

-Berita-1.401 views

ANALISNEWS- RUTENG Polemik lokasi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Rahong Utara belom menemukan solusi, salah satu tokoh yang berkomentar adalah mantan Bupati Manggarai 2 periode Drs. Christian Rotok.

Ketika ditemui oleh tim media ini Christian menjelaskan bahwa dirinya dulu tidak pernah setuju dengan rencana pembangunan gedung sekolah di dalam lokasi kantor Camat.

“Memang prinsipnya waktu itu adalah bahwa SMA itu harus ada di Ibu Kota Kecamatan yaitu di Purang, tetapi waktu itu ada polemik antara masyarakat Purang dan Rongkam, sehingga saya minta Pak Adi Empang untuk memfasilitasi” jelas Christian Rabu (14/08).

“Waktu itu Bliau masih Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, supaya mereka sepakati dulu tetapi yang jelas saya tidak pernah sepakat jika sekolah itu dibangun dalam lokasi kantor camat” tambahnya.

Mantan Bupati Manggarai itu juga menuturkan alasan dia tidak setuju membangun gedung Sekolah di dalam lokasi kantor camat adalah lokasinya tidak luas.

“Saya tau lokasinya kecil jika itu dibangun disana, itu saja. Saya pernah menawarkan supaya ambil lokasi tengah-tengah antara kampung Purang dan Kampung Rongkam, tetapi hingga saya berhenti jadi Bupati belom ada keputusan”

Dalam laporan resminya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LEPMA) Rongkam menuliskan bahwa Bupati Manggarai Deno Kamelus telah mengeluarkan SK. HK/238/2016 tentang penetapan lokasi SMA Negeri 1 Rahong Utara di Purang diduga telah melanggar hukum dan penyalahgunaan wewenang.

Sejak berlakunya Undang-undang No 23 tahun 2014 kewenangan untuk mengurus Sekolah Menengah Atas adalah tanggung jawab pemerintah Provinsi, hal ini telah dipertegaskan dalam putusan Mahkama Konstitusi (MA) No 30/PUU-XIV/2016 (isi suarat laporan LEPMA) kepada Kejaksaan Negeri Ruteng Senin (22/07).

Menanggapi hal tersebut Christian Rotok mengatakan dirinya tidak ingat pernah atau tidak membuat surat keputusan (SK) untuk penentuan lokasi.

“Saya jujur bahwa saya sudah tidak ingat lagi, terkait pernah atau tidaknya saya membuat SK lokasi, tetapi kalau SK izin operasional itu benar” kata Christian.

Terkait dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Bupati Deno Kamelus, Christian Rotok  mengatakan tidak tahu dengan hal itu.

“Saya tidak tahu kalau Pak Deno pernah membuat SK untuk lokasi” lanjutnya.

Salah satu isi laporan dari LEPMA Rongkam adalah proses pembangunan gedung sekolah yang bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK).

Menanggapi hal tersebut Rotok menjelaskan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut dialihkan ke SMA Negeri 2 Rahong Utara di Beokina.

“Dana tersebut, waktu itu dialihkan ke Beokina, agar dana itu tidak dikembalikan. Memang waktu itu karena di Beokina tidak ada masalah lokasi, sehingga saya minta selesaikan dulu persoalan antara masyarakat Purang dan Rongkam” tutup mantan Bupati Manggarai itu ketika di temui di rumahnya Rabu (14/08).

                  Adrian Juru

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed