Begini Klarifikasi Silvester Banding, Soal Proyek Puskesmas Ponggeok

  • Bagikan

ANALISNEWS- Ruteng Manggarai NTT, Terkait dengan keluhan Ardianus Halut, seorang pekerja bangunan proyek puskesmas di Ponggeok yang menyebut nama dari salah satu Aparatur Negeri Sipil (ASN) Silvester Banding (SB) membantah bahwa dirinya adalah bukan kontraktor.

Ketika ditemui oleh tim media ini, Silvester Banding atau SB membantah bahwa dirinya tidak pernah mengerjakan proyek apalagi  proyek di Ponggeok. Silvester juga menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tanda tangan kontrak kerja dengan pekerja (tukang bangunan) yang berna Ardianus Halut.

“Saya ini seorang ASN itu benar, tapi kalau menyebut bahwa saya adalah kontraktor atau mengerjakan proyek itu tidak benar,” tegasnya, Selasa (17/09).

SB juga menjelaskan bahwa keterlibatan dirinya untuk menemui Ardianus Halut, karena mendampingi istri. Martina Jaya adalah istri dari SB yang pada saat itu sebagai Subkontraktor dari proyek puskesmas Ponggeok.

“Ardi itu adalah karyawan istri saya, pada saat kerja itu proyek, sebagai sub. Dia juga yang mendroping material batu, besi, dan pasir. Saya pergi membantu dan menjenguk dia (korban) karena saya pergi sama istri, bukan berarti saya kontraktor dari proyek tersebut,” jelasnya.

SB mengakui bahwa istrinya, Martina Jaya sudah membantu berupa anggunan 20 juta untuk diberikan kepada keluarga Ardianus Halut. Selain anggunan, biaya rumah sakit dari korban sengatan listrik itu sepenuhnya dibayar oleh istrinya.

“Istri saya sudah membantu keluarganya, 20 juta yang diberikan langsung dan bayar rumah sakit, itu istri saya semua yang bayar,” lanjut SB.

walau Ardianus Halut, belom menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas akibat kecelakaan yang menimpah dirinya itu, namun pihak dari subkontraktor tetap membayar penuh uang kontrak kerja kepada korban senilai 230 juta. Hal ini diakui oleh Martina Jaya istri dari SB, yang pada saat itu sebagai subkontraktor proyek puskesmas Ponggeok.

“Kami tetap membayar lunas kemarin 230 juta untuk uang kerjanya dia (Ardianus Halut), padahal dia belom tuntas pekerjaannya waktu itu. Kami malah sering komunikasi dengan Ardi, saya juga selalu kasian dengan kondisinya dia,” begitu kata Martina, saat diwawancarai oleh media ini, (15/2019).

Menurut informasi yang dihimpun oleh media ini, proyek Puskemas Ponggeok itu, dikerjakan oleh PT. Hari Terang Sejati. Kepala perwakilan PT. Hari Terang Sejati, Vitalis Ngandi membenarkan bahwa, tidak ada keterlibatan ASN “SB” dalam pengerjaan proyek puskesmas Ponggeok.

Dia menjelaskan bahwa yang melakukan kerja sama dengan PT. Hari Terang Sejati adalah Martina Jaya, istri dari SB, sebagai Subkontraktor.

“Tidak ada nama Pak Silvester Banding, untuk kerja sama dengan kami. Ibu Martina Jaya yang melakukan kerja sama dengan kami untuk pendropingan materialnya, dan sub bangunan tembok dan beton,” jelas Vitalis kepada media ini, Selasa (17/09).

Vitalis juga membenarkan bahwa Ardianus adalah tukang  borongan pekerjaan fundasi, pekerjaan beton bertulang dan plesteran  dinding, dengan kontrak 230 juta.

Menurut Vitalis, pihak PT. Hari Terang Sejati bertanggung jawab sepenuhnya atas kondisi dari korban. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan selalu memperhatikan Ardianus Halut sampai sembuh.

“Kami sudah ketemu dengan Pa Ardi untuk melihat kembali kondisinya, disana kami bicara dengan baik sama keluarganya. Jelas kami yang bertanggung jawab sepenuhnya sampai Pak Ardi sembuh,” kata Vitalis kepada Media ini, Rabu (18/09) melalui telefon selulernya.

Diakui oleh Korban, Ardianus Halut bahwa pihak PT. Hari Terang Sejati sudah mengunjung di kediamannya, di kampung Ndajang, Desa Kole, Kecamatan Satar Mese Utara (18/2019 ) pada pukul 11:40 wita. Maksud dan tujuan kedatangan mereka adalah ingin menyampaikan rasa tanggung jawab atas kondisi korban.

“Mereka sudah datang dan bicara baik-baik dengan keluarga saya, mereka ingin bertanggung jawab sampai saya sembuh kata pak,” ujar Ardi, kepada wartawan melaui telefonnya (18/09).

  • Bagikan