oleh

Pendamping Desa : Saya Tidak Melanggar Kode Etik

ANALISNEWS– Ruteng Manggarai NTT, Pendamping Desa di Kecamatan Satar Mese Barat, Matias Nama menegaskan bahwa pernyataannya terkait dengan kasus Kepala Desa Bea Kondo Valentinus Jemarut, tidak melanggar kode etik dalam profesinya.

Ketika di temui media ini di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Manggarai, Matias Menjelaskan bahwa dirinya tidak melanggar undang-undang dan kode etik. Matias dengan tegas mengatakan saya siap berdebat dengan orang yang menyebut dirinya telah melanggar kode etik.

“Pernyataan orang yang menyebut saya melanggar kode etik, itu karena mereka tidak mengerti dengan tupoksinya. Pelanggaran kode etik itu kecuali saya tidak melaksanakan tugas, ikut mengerjakan proyek dan mengambil Dana Desa (DD) itu baru dibilang pelanggaran kode etik,” kata Matias, Rabu (9/10/2019).

Matias menjelaskan dirinya sedang menjalankan tugas dengan baik. Ia menambahkan dirinya sedang menyelamatkan uang Negara.

“Kalau seorang pendamping mau menyelematkan uang Negara seperti saya ini, tidak mau tutup-tutupi kalau ada praktik mafia dari kepala Desa, itu suatu hal yang luar biasa. Kalau ada yang menyebut saya melanggar kode etik saya nanti siap debat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya siap untuk menjelaskan kasus ini kepada pihak kepolisian jika mintai untuk memberikan keterangannya. Sebab Matias juga menilai ada indikasi penyimpangan dana yang lain di Desa Bea Kondo.

“Saya siap. Saya sangat siap tetapi saya tidak menudu orang, saya mengatakan di Desa Bea Kondo itu ada indikasi penyimpangan Dana yang lain. Ada beberapa item di APBDes tetapi tidak ada realisasinya,” tegas Matias kepada wartawan.

“Saya seorang pendamping yang sangat prinsip. Taat pada regulasi, ini karena kepala Desa Bea Kondo selalu menghindari pendampingan padahal mereka mau menutupi mafia,” lanjutnya.

Matias menerangkan bahwa di Desa Bea Kondo, tidak pernah ada musyarawa tingkat Dusun dan bahkan musrenbangdes.

“Khusus program Dana Desa, tidak ada melalui musyawara, yang ada kepala desa dan operotar godok sendiri. Ketika pendamping memfasilitasi mereka menghindar, pendamping seperti pengemis dihadapan mereka. Saya pernah fasilitasi, dan bendahara pernah ikuti, hanya itu saja,” terangnya.

Diketahui bahwa hari ini Matias dipanggil oleh Koordinator Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Manggarai untuk dimintai klarifikasi terkait dengan komentarnya yang mendesak pihak Kepolisian segera melakukan penyelidikan terhadap kades Bea Kondo.

Ketika dihubungi oleh media ini melalu telefon seluler, Koordinator Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Manggarai Fransiskus Jebaru, membenarkan bahwa Matias Nama dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait komentarnya beberapa hari lalu lewat media ini.

“Pada dasarnya kita untuk menentukan melanggar kode etik atau tidak, itu belom sampai Kesana beri kesimpulan. Tetapi kita tim pengelola manajemen minta untuk klarifikasi kronologisnya,” jelas Frans, Rabu (9/10/2019).

[Adrian Juru]

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed