oleh

FBR G.0235 Adakan Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim 

ANALISNEWS, JAKARTA – Peduli sesama merupakan tanggung jawab kita sebagai mahluk sosial. Bukan hanya dilakukan oleh personal saja, Kali ini Forum Betawi Rempug (FBR) Garda 0235 Tugu Selatan, Jakarta Utara, mengadakan Maulid Nabi dan santunan anak yatim yang diselenggarakan di kecamatan Koja, Jakarta Utara, Minggu (24/11/2019).

Acara ini dihadiri Ketua G.0235 FBR Jakarta Utara Edy Efendy (Bertho) dan selaku Tuan rumah Sekretaris wilayah (Sekwil) Bang Rojak, Ketua Pelaksana Harian FBR Utara Bang Jawardi, Ketua Kordinator wilayah (Korwil) Yusriah Dzinnun spd, Lurah Tugu Selatan Sukarmin, dengan tema menjalin kerempugan dan kerjasama yang baik dengan pemerintahan setempat.

Korwil G.0235 FBR Yusria Dzinnun Jakarta Utara mengatakan Kepada semua ketua-ketua Gardu sejakarta utara meminta mengadakan dan sepakat untuk mengadakan acara Maulid dan santunan anak yatim dan begitu juga Lurah Tugu selatan Sukarmin mengimbau agar FBR Tugu selatan meminta kerjasama di dalam segala bidang baik tentang acara pengajian, Maulid Nabi dan Santunan anak yatim juga dalam menjaga lingkungan wilayah khusunya Tugu Selatan.

Ketua Gardu FBR Edy (Bertho) sangat mensuport dalam hal- hal acara seperti ini.

“Acara Maulid Nabi dan santunan anak yatim merupakan agenda rutin yang selalu diadakan setiap tahunnya. Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada sesama dan sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk saling membantu dan berbagi,” terang Edy.

Sementara, Yusria Dzinnun menegaskan, Keberadaan FBR G.0235 Tugu Utara di wilayah Koja diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat dengan Perusahaan yang berkegiatan bisnis sehingga ada nilai manfaat untuk masyarakat, khususnya lapangan pekerjaan dan hal lain yang sifatnya berguna bagi lingkungan.

Acara dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, aparatur pemerintahan setempat serta masyarakat umum dan pastinya adalah anak yatim piatu dan lansia.

“Semoga acara seperti ini menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk menumbuh kembangkan rasa peduli kepada mahluk Allah.”

“Potensi wilayah harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal, tentunya kita harus mampu berdaya saing secara positif, mampu berkontribusi terhadap kepentingan-kepentingan lembaga lain dan yang jelas adalah untuk membangun masyarakat secara keseluruhan dengan memberikan hal yang baik,” jelasnya.

“Harapan kami adalah FBR bisa menjadi pendamping masyarakat, menjadi jembatan antara masyarakat dan lembaga-lembaga pemerintah maupun non pemerintah serta mampu dan bisa membangun sinergitas yang baik sehingga tercipta suatu lingkungan atau wilayah yang baik dan mempunyai manfaat,” tandas Yusria menjelaskan.

(Bertho) 

Loading...

News Feed