oleh

Polres Metro Jakbar Musnahkan Narkotika Hasil Operasi Nila Jaya 2019

ANALISNEWS, JAKARTA – Kepala unit Satuan Resnarkoba Polres Metro jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi  (AKBP) Erik Frendrize bersama wakil walikota Jakarta Barat H. Zaen, Kepala Pengadilan Negeri, Kepala Satpol PP, artis Tesy, Polo beserta jajaran Kecamatan Jakarta Barat ikut menghadiri kegiatan Pemusnahan barang bukti Narkotika di halaman Mapolres Jakbar, Selasa (5/11/2019).

Barang bukti narkoba itu merupakan hasil ungkap Sat resnarkoba jakbar dan Polsek jajaran serta hasil Operasi Nila Jaya Tahun 2019.

Dari sembilan kasus narkotika, dua diantaranya adalah kasus jaringan Internasional Malaysia – Indonesia melalui jalur laut di Sumatra, jaringan Intersional Malaysia – Indonesia.

Kasat Narkoba AKBP Erik menjelaskan kasus jaringan Internasional Malaysia – Indonesia melalui jalur laut terjadi pada hari selasa tanggal 27 Agustus 2019 sektar jam 0700. wib di perumahan warga di Pekabaru Provinsi Riau, modus operandi melalui laut dengan kapal Speed Boot dan juga memanfaatkan momen Karthula dalam penyaluran serta pendistribusian Narkotika jenis sabu tersebut diamankan empat tersangka dan 14 kg sabu, 10.000 butir Pil extasy dan 10.000 pil Hapy Five ( H-5 ).

“Jaringan Malaysia- Indonesia melalui jalur lapas terjadi pada hari senin tanggal 28 Oktober 2019 sekitar jam 12.00 wib di parkiran Mall wilayah Jakarta Selatan, modus operandi melalui jaringan lapas sebagai pengendali diamankan lima tersangka dan 23 kg sabu dan 1.900 butir Pil Haly Five (H5),” terangnya.

Lanjut dia, “Dan jumlah 20 orang tersangka lainnya dengan barang bukti Sabu 37.919 gram (37,9 kg), ganja 4.670 gram (4.6 kg), Pil extasy 10.000 butir, Pil Psikotropika (H5) 11.900 butir. Daya rusak mencapai 222.835 jiwa.”

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2 )sub Pasal 112 ayat (2 )sub pasal 111 ayat (2 ) junto pasal 132 Undang Undang Republik No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dimana pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 Tahun dan denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yaitu 10.000.000.000, dan juga daya rusak mencapai 222.835 jiwa.

(Rendy/Ipay) 

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed