Bincang Eksklusif Bersama Biem Benjamin tentang Program Penggemukan Domba Sistem Bagi Hasil di Tangsel

  • Whatsapp

ANALISNEWS, TANGSEL – Berbincang-bincang mengenai ekonomi berbasis kemasyarakatan dengan H. Biem Triani Benjamin, BSc, MM, putera ke-3 dari seniman legendaris Betawi Benyamin Suaeb, yang maunya disapa Bang Biem Benjamin saja.

Sikapnya sangat mengasyikan dan penuh inovasi. Bukan saja bahasanya yang sederhana dan mudah dimengerti, sosok beliau pun sangat sederhana dan selalu tersenyum saat berbincang-bincang.

Berikut petikan wawancara dengan beliau :

AnalisNews (A) : Bang Biem, program penggemukan domba dengan sistem bagi hasil awalnya gimana bang?Kok kepikiran soal ini?

Biem Benjamin (B) : Domba, kalau dombanya laki di betawi namanya bandot.. hehe.
Begini, awalnya kita prihatin dengan keadaan warga di Tangsel khususnya, dan di negeri kita umumnya. Lapangan kerja sangat-sangat terbatas, ekonomi kita mau tidak mau harus diakui, makin sulit. Nah, untuk itulah saya bersama rekan-rekan berusaha untuk hadir memberikan solusi dengan membentuk koperasi untuk usaha bagi hasil penggemukan domba bersama masyarakat.

A : Wah. mantap kalau bisa dilaksanakan bang. Maksudnya gimana tuh bang Biem, soal program ini, detailnya?

B : Waduh, kalo mau tau detail, ikutaan hadir dah disetiap sosialisasi program. He he
Tapi saya coba deh jelasin.  Jadi, program ini untuk sementara kita khususkan bagi warga Tangsel, lebih khusus lagi bagi saudara-saudara yang memiliki lahan kosong yang belum dimanfaatkan, nanti kita bangunkan kandang dombanya, 1 kandang isinya 30 ekor domba. Nah, semuanya, ya kandangnya, dombanya, pakannya, pengawasan kesehatan dombanya, sampe pemasarannya, kita yang tanggung atau urus sampe tuntas, tanpa modal. Ingat, tanpa modal.
Warga hanya menyediakan lahan dan waktu pagi dan sore saja untuk memberikan makan minum dan membersihkan kandang domba. Itu saja. Nah, setiap bulan kita panen daging dombanya, hasilnya kita jualkan untuk ekspor. Hasil penjualannya kita bagi hasil deh, antara warga sebagai mitra usaha dengan koperasi sebagai pengelolanya.

A : Bener-bener tanpa modal?

B : Betul. Insya Allah, tujuan kita membantu. Bukan memberatkan warga.

A : Kemaren program sudah di lounching ya.. nah, kapan mau dimulai bang? Apa nunggu abang jadi Walikota Tangsel?

B : Ha ha ha. Jadi walikota itu amanah, dan itu urusan Allah, pegimana nanti dah. Do’ain aja dah yak. Kalau urusan bandot, ini urusan urgent. Soal peningkatan taraf hidup, peningkatan kemandirian masyarakat dalam perekonomian.

A : Jadi kapan mau mulai bang?

B : Segera! Ini saya dan teman-teman lagi menyiapkan lahan untuk mini program, pusat peternakan dan edukasinya di wilayah Tangsel. Insya Allah, awal Maret 2020 ini sudah kita mulai. Targetnya 5 Maret 2020, pas haulnya babeh saya Benyamin Suaeb.

A : Yang mulai dibangun apa saja bang?

B : Kita lagi siapin lahan seluas 1,5 hektar, disitu bakal dibangun 50 kandang, inget ya, 1 kandang 30 ekor domba. Di lokasi ini akan kita bangun juga utilitasnya, bangunan-bangunan pendukung seperti : bangunan pembibitan, bangunan pengolahan pakan, bangunan contoh pengolahan daging, dan bangunan RPH nya. Jadi, insya Allah dalam 1 wilayah, ada sebuah siklus produksi yang terintegrasi.

A : Selanjutnya bang?

B : Nah, di mini program center ini, warga bisa datang untuk melihat dan mempelajari, beginilah cara pemeliharaan dan pengolahan daging domba. Siapa saja boleh datang, kita wellcome kepada sekolah, kampus dan dinas-dinas pemerintahan yang berkepentingan dengan perekonomian rakyat.

A : Mudah-mudahan saya boleh hadir ya bang, saat dimulainya pembangunan mini program centernya.

B : Sangat boleh. Justru kita sangat butuh media, untuk membantu sosialisasikan program ini, supaya banyak masyarakat yang mau ikut, supaya perekonomian masyarakat dan kota kita makin meningkat. Kan nambah-nambah pahala tuh buat abang-abang di media? Hehe

Tak terasa, waktu sudah menjelang Maghrib, kopi pun sudah habis. Saya pun pamit, sambil tetap minta untuk diizinkan lagi untuk berbincang hangat dengan beliau. (Subuh Raja)

Pos terkait