Drs. Mehammad Perangin-angin : 12 Tahun Kutambaru Mekar jadi Kecamatan, Sekolah Negeri Tidak Tersedia

  • Whatsapp

ANALISNEWS, LANGKAT – Kecamatan Kutambaru 12 tahun usianya semenjak mekar dari Kecamatan Salapian, namun untuk pembangunan jalan sangat memprihatinkan, pendidikan negeri pun tidak ada. Pemkab Langkat seakan kurang perhatian kepada Kecamatan Kutambaru, dan untuk momen bersejarah juga kurang di respon oleh stakholder setempat.

Hal itu di utarakan Drs. Mehammad Perangin-angin saat di wawancarai wartawan pada saat silahturahmi dengan Forum Komunikasi Gabungan Organisasi Kepemudaan Kecamatan Salapian dan Syukuran HUT ke 12 Kecamatan Kutambaru di Dusun Tanjung Kasih, Desa Pancurido Kecamatan Salapian, Selasa (18/2/2020) .

Diterangkannya bahwa Kabupaten Langkat beberapa tahun lalu hanya terdiri dari 15 kecamatan, Kutambaru masih masuk dalam wilayah Kecamatan Salapian.

“Pada masa Bupati Langkat Syamsul Arifin, SE., Kabupaten Langkat menjadi 23 kecamatan, Kutambaru dan Serapit menjadi kecamatan baru yang di mekarkan dari Kecamatan Salapian,” ujarnya.

Selanjutnya, Drs. Mehammad Perangin-angin menjelaskan kronologis dari mekarnya Kecamatan Kutambaru.

“Pada bulan April 2002 di bentuklah Panitia Badan Pemekaran Kecamatan Kutambaru dan Serapit yang masa itu Bupati Langkat Bapak Zulkifli Harahap, hadir pada saat pembentukan panitia Badan Pembentukan Kecamatan Kutambaru dan Serapit terpilihlah saya (Drs. Mehammad Perangin-angin, red) di hadiri oleh anggota DPRD Langkat Partai PDI Perjuangan Alm. Saleh Ginting, dan anggota DPR RI Partai PDI Perjuangan Parte Tarigan. Pada tahun 2008 masa Bupati Langkat Syamsul Arifin, SE Kabupaten Langkat dari 15 Kecamatan menjadi 23 Kecamatan, dan pada tahun 2008 tersebut Kecamatan Kutambaru mekar dari Kecamatan Salapian,” sambungnya.

Namun di usia yang ke 12 tahun ini keadaan Kecamatan Kutambaru sangat memprihatinkan dari segi pembangunan infrastruktur jalan maupun bidang pendidikan, para stakholder Kecamatan Kutambaru dan masyarakat tidak ingat akan momen bersejarah tersebut.

12 tahun usianya Kecamatan Kutambaru, para stakholder setempat, dan masyarakat kurang mengingat hari bersejarah tersebut.

“Dari segi infrastruktur jalan sangat memprihatinkan, Pemkab Langkat seakan kurang perhatian kepada Kecamatan Kutambaru, begitu juga dengan bidang pendidikannya, sekolah saja tidak ada,” ujar Mehammad Perangin-angin dengan nada kesal.

Di katakannya, untuk Kecamatan Kutambaru ada dua perusahaan asing yang beroperasi yaitu PT LNK Perkebunan Marike anak Perusahaan PT Nusantara II Tanjung Morawa dan PT Lonsum, namun untuk pembebasan lahan perkebunan untuk bangun sekolah saja dengan masukan tiang listrik saja DPRD Langkat dan Pemerintah Kabupaten Langkat kesulitan untuk melobi. ( Jadi kemana CSR perusahaan kepada masyarakat lingkungannya,” tandas Mehammad Perangin-angin.

Untuk kedepannya Forum Komunikasi Gabungan Organisasi Kepemudaan Kecamatan Salapian akan mengajak masyarakat Kutambaru dan Serapit untuk mengingat moment bersejarah ini.

Perangin-angin mengajak seluruh masyarakat Kutambaru dan Serapit menjadikan tanggal 18 Februari menjadi hari yang bersejarah karena di tanggal 18 Februari 2008 Kecamatan Kutambaru mekar dari Kecamatan Salapian.

“Hari jadi Langkat ke 270 saja kita rayakan dengan sangat meriah, kenapa hari jadinya Kecamatan Kutambaru mekar dari Kecamatan Salapian tidak kita rayakan. Ibu yang melahirkan kita saja merayakan ulang tahun kita sebagai anaknya,” tegas Mehammad Perangin-angin.

Dalam acara tersebut dibentuk kepengurusan Forum Komunikasi Gabungan Organisasi Kepemudaan Kecamatan Salapian yang di hadiri oleh organisasi kepemudaan seperti :PPM, Karang Taruna, Pendawa, FKPPI, IPK, AMPI,PP. (Topas)

Pos terkait