Antara Mitos dan Sejarah Gunung Suroloyo Pacitan

  • Whatsapp

ANALISNEWS, PACITAN –Destinasi wisata yang ada di Pacitan seakan tidak ada habisnya. Selain dikenal memiliki sejumlah keindahan pantai dan goa, objek wisata alam lain pun tidak kalah menariknya.Bahkan, banyak yang belum dikenal secara luas di kalangan masyarakat. Salah satunya Gunung Suroloyo.

Gunung Suroloyo terletak di dua kecamatan yaitu Tegalombo dan Tulakan,sementara itu yang masuk Kecamatan Tegalombo, berada di Desa Kasihan, tepatnya di Dusun Salam, dan desa-desa yang masuk wilayah Kecamatan Tulakan, meliputi Desa Bubakan, Losari, Ngumbul dan Ketro Montongan.

Muat Lebih

Sementara untuk sampai di tempat Gunung suroloyo membutuhkan kesabaran dan ekstra hati-hati, karena perjalanan yang dilalui cukup sulit dan ekstrim. Selain karena letaknya berada di puncak perbukitan, akses jalan yang dilewati masih murni berupa tanah liat.

“Sebenarnya motor bisa sampai ke puncak, jalannya saja yang sulit dan belum pernah tersentuh pembangunan, sehingga butuh kendaraan dengan kondisi yang fit kalau ke sini (gunung Suroloyo),” kata Ribut (34)salah satu warga Desa Kasihan, Rabu(25/03/2020).

Meski demikian, perjalanan yang cukup sulit dan melelahkan tersebut, akan terbayarkan ketika sudah sampai di puncak.
Sebab pemandangan yang ditawarkan cukup membuat takjub, ditambah sejuknya udara perbukitan. Terlebih sembari menunggu matahari terbit atau sunrise yang diselimuti pekatnya kabut.

Selain memiliki pemandangan yang eksotis,Gunung Suroloyo juga menyimpan berbagai mitos dan juga sejarah, salah satunya cerita mitos,yang diperbincangkan warga sekitar yaitu, bila ada orang yang ke suroloyo memakai baju warna biru maka dia akan tersesat tidak tau arah. Sementara terkait sejarah terdapat beberapa peninggalan di jaman Belanda, diantaranya berupa tugu yang dibalut dengan batu bata merah dengan ketinggian sekitar 1,5 meter lebih.

Tugu yang dibalut dengan batu bata merah dengan ketinggian sekitar 1,5 meter lebih.

Menurut keterangan warga setempat, tugu tersebut merupakan peninggalan jaman Belanda.Bahkan, di kawasan tersebut juga pernah menjadi tempat singgah Panglima Besar Jendral Sudirman pada masa gerilya melawan penjajah.

“Cerita orang tua dulu, pada masa gerilya Jendral Sudirman di Pacitan salah satunya singgah di Dusun Salam, Lingkungan Pringapus, Desa Kasihan, selama 7 hari 7 malam. Kalau tugunya itu peninggalan Belanda,” terang Suyatno kepada AnalisNews.

Suyatno, menceritakan selain menjadi tempat singgah di tempat tersebut juga masih terdapat peninggalan Jendral Sudirman lainnya, yang salah satunya berupa Tandu yang sudah dibawa ke museum.

“Kata orang tua dulu, peninggalan Jendral Sudirman ada tandu dan radio tapi sudah dibawa ke museum. Dan sebagai tetenger (tanda) saat ini dibangun masjid dan telah diresmikan Bupati Pacitan Indartato tahun 2017 lalu,” katanya.

Konon, di kawasan wisata itu disebut-sebut sebagai puncak dua alam yang sekaligus negeri menuju atas awan. Sebutan tersebut belum banyak orang yang mengetahui, sehingga membuat orang-orang sering bertanya-tanya.

“Cerita para orang tua terdahulu,bahwa di Gunung Suroloyo itu dulunya pernah menjadi tempat pertapaan, bahkan di situ katanya ada gerbang menuju alam lain, sehingga diberi sebutan puncak 2 alam yang sekaligus negeri menuju atas awan,” terangnya mengutip cerita orang tua terdahulu.

Sementara itu,Sigit(35), warga pendatang asal Desa Jatimalang Kecamatan Arjosari mengaku cukup terkesan saat pertamakali berada di Puncak tersebut.Ia mengatakan bahwa tempat tersebut masih sangat alami dan belum banyak dijamah banyak orang.

“Ke sini (gunung Suroloyo) diajak teman awalnya dan sudah dua kali ke sini.Pemandangan alamnya masih alami, cocok untuk melepas penat. Cuma jalannya saja yang sulit,” katanya, di sela-sela mengunjungi Puncak Suroloyo.

Namun, jika pengunjung hendak datang ke kawasan wisata tersebut disarankan untuk membawa jaket dan bekal makanan dari rumah, karena udaranya yang cukup dingin dan juga jauh dari kios maupun warung. “Kalau yang memiliki jiwa petualang pasti akan tertantang di sini, kalau sudah di puncak ini bakal betah berlama-lama,”pungkasnya. (Yuan)

Pos terkait