Arist Merdeka Sirait Apresiasi Kinerja Polres Asahan telah Ungkap Kasus Pembunuhan Siswi SMP Pengutip Brondol Sawit

  • Whatsapp

ANALISNEWS, ASAHAN – Atas kerja keras dan cepat, Polres Asahan mengungkap tabir tragedi kematian Novita Sari Simbolon (14) siswi SMP di Asahan dengan cara sadis dan keji. Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga yang diberi tugas oleh pemerintah dan masyarakat untuk memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia memberikan penghargaan kepada Kapolres Asahan dan jajaran satreskrimum Polres Asahan.

Pemberian penghargaan Komnas Perlindungan Anak yang diserahkan secara langsung  Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait kepada Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Asahan ini adalah salah bentuk penghomatan atas dedikasi aparatur penegak hukum mengungkap secara cepat kematian Novitasari Simbolon di desa Parbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

Muat Lebih

“Penghargaan ini adalah salah satu bentuk penghormatan bagi kami, dan akan kami jadikan sebagai motivasi untuk lebih kerja keras lagi mengungkap kasus-kasus pelanggaran dan kejahatan terhadap anak di wilayah hukum Polres Asahan. Bagi kami tidak ada toleransi terhadap pelanggaran terhadap anak”, demikian Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto kepada sejumlah media setelah menerima penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak di Mapolres Asahan Selasa (17/3/2020) malam.

Untuk memastikan kronologi tragedi kematian Novitasari Sari, Komnas Perlindungan Anak bersama Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial yang diwakili Peksos Kementerian Sosial didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Sumatera Utara , LPA Asahan dan Orsos Peduli Anak dan Perempuan Asahan, Selasa (17/3/2020) sore berkunjung ke rumah keluarga Korban di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

Dalam kunjungan ke TKP dan kerumah keluarga korban banyak informasi langsung yang saya terima dari keluarga koban termasuk kronologis kejadian sebelum dan sesudah terjadinya tragedi kematian Novitasari.

“infomasi ini valid dan dikuatkan pula  dengan TKP,  dengan demikian informasi yang kami terima segera dikordinasikan kepada Polres Asahan” kata Arist.

“Atas informasi yang saya terima, tersangka patut diancam dengan padal 340 KUH Pidana,  junto UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan ayat UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak, yakni perencanaan pembunuhan dengan hukuman seumur hidup dan maksimal hukuman mati,” ungkap aris

Keyakinan ini diperoleh setelah bertemu dan berdialog dengan ketiga tersangka yang di tahanan Mapolres Asahan, dimana menurut keterangan salah seorang terduga pelaku Rolling Siregar bahwa 8 bulan sebelum tejadinya tragedi kematian Novitasari telah disusun skenario melalui rapat pimpinan PT CSIL yang dihadiri pula ketiga tersangka bahwa bagi anak-anak yang ketahuan mengambil brondolan sawit yang tercecer, tangkap tetapi jangan dengan kekerasan.

“Itu artinya ada yang memberi perintah, atau ada perencanaan, namun biarlah pengadilan yang akan memutuskan dan asas praduga tak bersalah yang harus di kedepankan,” beber Arist kepada Wartawan, Rabu (18/3/2020).

Untuk menindak lajunti hasil temuan lapangan, TKP dan hasil kunjungan ke rumah keluarga korban, demikian juga  pertemuan dengan pelaku maupun Kapolres Asahan dan jajaran Reskrimum, pagi ini Komnas Perlindungan Anak juga diagendakan bertemu dengan Kepala Kejaksanaan Negeri (Kajari) dan DPRD Asahan untuk berkoordonasi atas tragedi kematian Novitasari Siswi SMP yang tewas di areal perkebunan Sawit di Desa Perbangunan, Asahan. (ES)

Pos terkait