Cara Jitu Menghadapi Covid-19 Ala Syaykh Al Zaytun, Dr A S Panji Gumilang

  • Whatsapp

ANALISNEWS, INDRAMAYU – Menghadapi pandemik Covid-19 di wilayah Indramayu Jawa Barat, Pimpinan Pondok Pesantren Ma’had Al Zaytun Dr A S Panji Gumilang mengintruksikan santri dan seluruh sivitas akademika melakukan vaksinasi influenza massal, “Seluruh penghuni ma’had harus di vaksin, bukan pengobatan tapi memelihara kesihatan,” tegas Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang pada tausiyahnya, Jumat (13/03/2020).

Bekerjasama dengan RS Santo Borromeus Bandung, Pondok Pesantren Mahad Al-Zaytun melaksanakan vaksin influenza terhadap seluruh penghuni komplek, yaitu sejumlah 10.000 orang lebih. Pelaksanaan vaksin dimulai pada Selasa (17/03/2020). Dijadwalkan sampai dengan Jumat (15/05/2020), pelaksanaan vaksin perpekan tiga hari, yaitu Selasa, Rabu dan Jumat. Setiap hari bergilir sebanyak 300 peserta yang di vaksin. Vaksinasi dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Muat Lebih

Dokter Christyana Humas dan Pemasaran RS Santo Borromeus mengatakan bahwa pelaksanaan vaksin influenza di Pondok Pesantren Mahad Al-Zaytun ini sangat luar biasa.” Kami mewakili pihak direksi mengucapkan terimakasih kepada pihak Al-Zaytun yang telah mempercayakan kepada kami pelaksaaan vaksin ini dan mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik antara Al-Zaytun dengan RS Santo Boromeusa, dan ini merupakan kegiatan vaksinasi dengan jumlah peserta terbanyak” jelasnya.

Dokter Daniel Steven Kepala Klinik Rawat Jalan dan Kepala Medical Chek up Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung mengatakan bahwa jenis vaksinnya adalah vaksin influenza yang memberikan kekebalan tubuh kepada orang yang telah di vaksin. “Jika kondisi tubuh sedang tidak bugar, maka vaksin ini menjaga kesehatan. Sehingga, penyakit pneumonia akibat virus corona bisa jauh dari tubuh dan dicegah sejak awal,” dr Daniel Steven menerangkan.

Dalam wawancara dengan awak media AnalisNews.co.id, Syaykh Al Zaytun menyampaikan bahwa vaksinasi influenza ini diselenggarakan untuk meningkatakan daya tahan tubuh, kebanyakan orang menyepelekan influenza, batuk diobati dengan paratusin atau kalau sudah dahsyat diobati dengan antibiotik sedangkan antibiotik sendiri jika salah meletakkan akan berakibat resistensi. “Kita meyakini virus flu ini menurut ilmu kesehatan bisa melemahkan daya tahan tubuh. Kalau daya tahan tubuh lemah segala penyakit akan mudah masuk, maka untuk itu kita mewajibkan vaksin influenza ini,” jelas Syaykh.

Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang dan Ketua Pelaksana vaksin Ust Imam Prawoto, S.E., M.B.A., mengecek pelaksanaan vaksinasi di Perkhitmatan Kesihatan Ma’had Al-Zaytun pada Selasa (17/03/2020).

“Vaksin diawali dengan pemeriksaaan tensi darah dan scan suhu tubuh, setelah itu kalau ada hal-hal yang mengkhawatirkan harus di obati dahulu, baru ada vaksinasi, virus ini ibarat ‘tentara corona’ yang tidak nampak, hanya manusia yang memiliki daya tahan tubuh kuat yang dapat bertahan, maka kita berijtihad semua penghuni di sini di vaksin influenza,” jelas Syaykh Al Zaytun.

Syaykh Al Zaytun juga menerangkah bahwa biaya vaksin ini sebesar dua ratus lima puluh lima ribu rupiah, sedangkan dari RS Borromeus seharga dua ratus lima puluh satu ribu rupiah, sisanya yang empat ribu rupiah digunakan untuk penyemprotan dan pembelian disinfektan.

“Jumlah Peserta yang akan mengikuti vaksinasi ini kurang lebih sebanyak sepuluh ribu peserta vaksin flu. Siapa mereka? yang terpenting adalah siswa, guru, pengurus yayasan, karyawan yang sehari-hari kerja di sini dan juga orang-orang luar yang bekerja di sini, juga tidak ketinggalan wali santri, sebab wali santri tidak dapat masuk ke kampus ini, kalau tidak menunjukan kartu vaksin. Kartu vaksin ini adalah bukti bahwa seseorang telah melakukan vaksin,” jelas Syaykh Al-Zaytun.

Awak media AnalisNews pun awalnya sulit untuk mewawancarai Syaykh Al Zaytun, wartawan pun wajib mengikuti vaksin flu dan proses pengecekan suhu tubuh sebelum mewawancara Syaykh Al Zaytun. Mengikuti vaksin flu inilah cara jitu menghadapi Covid-19. (Red)

Pos terkait