Lockdown di Al Zaytun, Tetap Laksanakan Shalat Jum’at dan Shalat Berjamaah, dengan Jarak Diperlebar

  • Whatsapp

ANALISNEWS, NASIONAL – Penanganan serius dan terukur di lakukan Syaykh Dr Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, pemimpin Pondok Pesantren Ma’had Al Zaytun guna menjaga kesihatan penghuni mahad menghadapi Covid-19.

Syaykh Al Zaytun saat di temui AnalisNews.co.id, di kediamanya menyampaikan bahwa upayanya menjaga ketahanan tubuh kepada sivitas akademika Al-Zaytun seperti pemberian vaksin influenza (pelaksanaan masih terus berlangsung), pengecekan suhu badan dengan termoscan dan penyemprotan desinfektan ke seluruh fasilitas ma’had serta langkah terukur lainnya.

Muat Lebih

“Semua ruang sekolah dan fasilitas disemprot desinfektan. Detektor untuk suhu badan, kita siapkan semua. Jauh seperti itu, dari pada disuruh pulang. Siapa yang mengawasi, belum tentu anak-anak kita ini tinggal di lingkaran ‘Jalan Medan Merdeka’. Di Jalan Merdeka mungkin aman karena banyak tentara yang jaga,” jelas Syaykh Al-Zaytun.

Syaykh menyikapi pendemik Covid-19 ini ibarat dengan ‘tentara corona’ yang tak nampak. “Tentara yang menyerang tidak tampak dan yang bisa mempertahankan hanya tubuh atau jasad manusia yang tangguh/kuat maka kita berijtihad, semua penghuni di sini di vaksin influenza,” jelas Syaykh.

Disinggup tentang anjuran pemerintah yakni sosial distancing atau pembatasan interaksi antar orang seperti halnya yang dilakukan oleh sejumlah negara dalam penanganan virus Corona, Syaykh Al-Zaytun menyikapi dengan berbagai aksi yang terukur.

“Kalau orang lain meliburkan karena memang tidak satu kampus, mengapa? Kampus-kampus lain juga tidak memunyai dormitory sedangkan di sini ada dormitory, maka tempat-tempat umpamanya tempat ibadah shalat jamaah, itu kita bagi sekarang. Diselasar asrama. Maka asrama kita banyak selasarnya. Ternyata tatkala ada wabah seperti ini manfaatnya besar. Penghuni lantai satu diselasar lantai satu. Lantai dua, diselasar lantai dua, lantai tiga di selasar lantai tiga dan seterusnya. Asrama ini muat lima ratus, ya seratus-seratus cukup. Masjid juga begitu, tidak boleh kosong. Isi saja, jaraknya saja yang diperlebar,” jelas Syaykh.

Syaykh membagi tips hidup sehat pada kondisi sekarang ini. “Dasarnya adalah sehatkan badan kita, supaya punya daya tahan tinggi maka perlu makan cukup, olahraga juga cukup. Kurang apa di sini. Kalau di sini dianggap sedang diisolasi, ya tiap hari begini. Pangan tiap hari cukup, karena menanam sendiri. Istirahat cukup, pangan cukup, tidak ada yang cari ke luar. Orang kesulitan gula, kita buat gula sendiri. Orang kesulitan beras, kita menanam sendiri. Orang kesulitan daging, kita memelihara sapi. Orang kesulitan ikan kita memelihara ikan. Apa susahnya. Inilah contoh ‘Indonesia mini’,” pungkasnya. (red)

Pos terkait