Ada apa Dengan Program WMS, Dewan dan Dinas Koperasi Sumenep, Saling Tuding Data

  • Whatsapp
H. Subaidi Anggota Komisi II DPRD Sumenep.

ANALISNEWS, SUMENEP – Komisi II DPRD Sumenep menyebutkan, program Wirausaha Muda Sumenep (WMS) tidak adanya transparansi. Pasalnya, setiap melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD, pihak Dinas Koperasi dan UMKM Sumenep tidak pernah menunjukkan fakta berupa data keberhasilan dan realisasi terkait dengan program wirausaha muda tersebut, Juma’at (31/07/2020).

Padahal program WMS yang merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumenep, sudah berjalan selama kurang lebih empat tahun, dengan output sesuai data WMS sebanyak 4.000 pemuda yang telah menjalani pelatihan wirausaha, sampai saat ini belum ada perkembangan.

Hal ini disampaikan H. Subaidi Ketua Komisi II DPRD Sumenep. Dia mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali meminta database terkait program unggulan Bupati tersebut namun tidak digubris.

“Sampai saat ini kami belum menerima data,” ujar H. Subaidi, Kamis (30/7/2020).

Menurutnya, tanpa data pihak Komisi II di DPRD tidak mungkin bisa mengevaluasi kinerja dinas yang bersangkutan terkait program kerjanya tersebut.

“Kalau tidak ada data mau dievaluasi bagaimana,” ucap dia.

Di sisi lain, Lisa Bertha Soetedjo, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Sumenep menuturkan, sebelum pandemi Covid-19, setiap melakukan pembahasan pengembangan UMKM dan program WMS sudah di bahas di Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada akhir tahun 2019 yang lalu.

Bahkan, pihaknya mengaku sudah menyerahkan data terkait program tersebut ke DPRD Sumenep sebagai laporan pertanggung jawaban.

“Sudah dibuatkan buku lengkap berserta rincian pengeluaran, waktu itu saya juga hadir di rapat, datanya sudah diserahkan ke dewan,” tuturnya, Rabu (22/7/2020) lalu. (Thofu)

Pos terkait