Kehabisan Stock Oksigen, Pasien Keluhkan Pelayanan Medis Puskesmas Masalembu Sumenep

  • Whatsapp

ANALISNEWS, SUMENEP – Seorang pasien Instalasi Gawat Darurat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep keluhkan Fasilitas Pelayanan medis yang diberikan Puskesmas tersebut. Rabu 01 Juli 2020

Keluhan Pasien tersebut muncul saat pasien tersebut dirawat pada minggu 22 Juni 2020 yang lalu, pasien tersebut saat itu membutuhkan oksigen untuk kebutuhan perwatannya. Na’as oksigen di Puskesmas Masalembu sedang tidak ada stock.

Disituasi seperti itu, keluarganya berinisiatif untuk mencari alternatif yang kemudian membeli oksigen yang di bengkel las yang berada di daerah tersebut, karena sejak di pindahkan dari Instalisasi Gawat Darurat ke ruang rawat inap.

“Terpaksa membeli oksigen di luar Puskesmas (membeli di bengkel las) di karenakan oksigen milik puskesmas tak bisa di gunakan sejak pasien di pindahkan dari ruang Unit Gawat Darurat (UGD) ke ruang Rawat Inap,” ungkap keponakan pasien Haerul Umam, Selas malam (30/06/2020).

Menurutnya kejadian seperti ini bukan hanya kali ini terjadi di Puskesmas Masalembu melaikan sudah problem klasik, yang sudah terjadi dari tahun ketahun, karena menurutnya pasien yang sebelumnya dari tahun ketahun banyak yang akhirnya membeli oksigen ke bengkel las.

Keluarganya tersebut diakui Haerul Umam akhirnya membeli itu berdasarkan informasi dari masyarakat yang pernah mengalami hal serupa, karena memang di Kecamatan Masalembu yang mempunyai stock oksigen selain puskesmas adalah bengkel las.

“Bukan hanya kali ini terjadi, melainkan sudah sering kali terjadi. Pasalnya, dari tahun ke tahun banyak pasien yang membutuhkan oksigen terpaksa harus membeli di bengkel las yang memilik ketersedian oksigen yang lumayan banyak,” katanya melalui saluran telpon.

Haerul Umam meminta Puskesmas Masalembu sebagai satu-satunya “Pusat Kesehatan” yang ada di Kecamatan Masalembu dapat meningkatkan pelayanan, dan melakukan evaluasi supaya kejadian yang sudah bertahan sejak lama ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.

“Seharusnya pihak puskesmas bisa melakukan evaluasi sejak dulu serta mampu mengatasi permasalahan ini agar ke depan jika ada pasien yang membutuhkan oksigen tidak kebingungan seperti yang biasa terjadi,” ujarnya.

Adapun hak pasien untuk mendapat pelayanan yang aman, bermutu, dan terjangkau didalam UU 36 tahun 2009 Pasal 5 Ayat 1, Tentang Kesehatan, adapun pasien sebagai konsumen disebuah layanan Kesehatan dilindungi didalam Undang-undang Perlindungan Konsumen Nomer 8 tahun 1999 Pasal 4.

Selain itu didalam penyelenggaraan kesehatan masyarakat, Pemerintah memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang sudah diatur di dalam UU 36 Tahun 2009 Pasal 15 dimana termaktub bahwa, Pemerintah bertanggung jawab dalam ketersedian lingkungan tatanan, fasilitas kesehatan fisik maupun sosial, untuk mendapatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, selanjutnya di Pasal 14 dimana Pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab dalam hal, mengatur, menyelenggarakan membina, dan mengawasi penyelenggaraan kesehatan yang merata dan terjangkau.

Sementara itu Kepala Puskesmas Masalembu M. Haedar membantah telah terjadi kelangkaan oksigen di Puskesmas tersebut, tapi memang kehabisan stock akan tetapi menurutnya ada kendala transportasi karena harus menggunakan kapal pada saat melakukan pengiriman dari Kabupaten Sumenep.

“Oksiigen tidak langka pak, hanya saja terkait dengan stok di kabupaten kadang harus nunggu kiriman, juga terkait akses yang harus menggunakan kapal, InsyaAllah besok sudah terkirim, sekarang sudah diatas kapal,” kata Haedar melalui telpon seluler.

Selain itu di akui M Haedar, yang menjadi penyebab tidak ada stock oksigen di puskesmas yang dipimpinnya tersebut ialah minimnya alokasi oksigen untuk Puskesmas Masalembu yang hanya diberikan alokasi 14 tabung, dan ketika stock habis baru bisa mengajukan kembali untuk dilakukan pengiriman.

“Kami hanya punya jatah 14 tabung, bukan perbulan, ya setiap habis baru dikirim lagi,” tutupnya. (Thofu)

Pos terkait