Petani di Kecamatan Gunung Tujuh Berharap Ada Keajaiban dengan Harga Kubis

  • Whatsapp

ANALISNEWS, KERINCI, JAMBI – Senin (27/07/2020), para petani kubis di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci berharap semoga harga sayur-mayur bisa stabil kembali.

Di Kabupaten Kerinci, khususnya Kecamatan Gunung Tujuh, mayoritas masyarakatnya adalah petani yang sehari-harinya bekerja di kebun untuk bercocok tanam.

Mereka mulai berangkat bekerja di kebun pukul 07.00 WIB dan pulang kerumahnya pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.

Tampa rasa mengeluh para petani di Kecamatan Gunung Tujuh melakukan aktivitasnya setiap hari, terkadang menempuh jarak yang jauh dari desa demi untuk menghidupi keluarganya.

Begitu juga dengan petani kubis/kol. Namun di tengah pandemi Covid-19 mereka pun diuji dengan harga kubis yang mereka tanam tidak kunjung stabil seperti yang mereka harapkan.

Pada saat di temui oleh analisnews di lokasi pertanian, seorang petani bernama Marjuti mengatakan bahwa dirinya dan petani kubis di Kecamatan Gunung Tujuh pada saat ini sangat mengeluh sekali dengan harga  sayur yang jauh menurun, begitu juga dengan kubis (kol).

“Harga kubis di Kerinci pada saat sekarang ini jauh sekali turunnya untuk sekarang ini para pedagang membeli hasil tani kami hanya dengan harga Rp 500 per kilonya sedangkan di banding dengan biaya penyemprotan dan pemupukan yang kami keluarkan untuk merawat tanaman kubis (kol) sampai siap panen terhitung biaya perbatangnya sekitar Rp 800. Jadi sekarang ini petani kubis yang ada di Kecamatan Gunung Tujuh umumnya dalam keadaan rugi. Dan harapan kami sebagai petani, semoga ada ke ajaiban untuk menstabilkankan harga sayur dari pemerintah,” pungkas Marjuti.

Menanggapi apa yang di keluhkan oleh petani, seorang pedagang “bos Parman” membenarkannya, bahwa memang benar kata bapak Marjuti bahwa harga kubis sekarang ini di Kecamatan Gunung Tujuh sangat jauh menurun.

“Kami membeli kubis (kol) di kebun seharga Rp500 di karenakan penjualan kami keluar daerah juga murah, kami menjual keluar daerah seharga Rp1200 per kilonya dihitung dari biaya transportasi dan biaya lainnya maka kami harus membeli dari petani Rp500 per kilo, itu pun kami tidak dapat keuntungan sama sekali. Harapan kami pedagang sama dengan harapan para petani semoga harga sayur mayur dapat stabil hendaknya dan agar semua rakyat petani bisa menggantungkan hidupnya dari bertani,” ungkap “bos Parman” saat di komfirmasi.

Selama adanya Covid-19, para petani sangat terdampak sekali semua harga sayur mayur seperti kubis, cabe, bawang, kentang dan tomat, harganya tidak sepadan dengan modal yang di keluarkan oleh petani.

“Semoga pihak pemerintah bisa memberi solusi yang baik atas kehidupan para petani dan semoga pemerintah bisa membuat petani untuk hidup sejahteratera,” harap semua petani di Kerinci. (Ryzal)

Pos terkait