Program Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka, SMA dan SMK di Kabupaten Garut akan Segera Dibuka

  • Bagikan

ANALISNEWS, JABAR – Rencana akan dibukanya seluruh sekolah – sekolah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Garut akan segera dilaksanakan. Melalui belajar mengajar dengan cara bertatap muka ini akan diselenggaraka mulai tanggal 18 Agustus 2020. Di Kabupaten Garut sendiri ada sekitar 100 kurang lebih sekolah yang sudah mengajukan belajar mengajar dengan cara tatap muka.

Sekolah tidak hanya bertatap muka bagi yang masuk ke dalam zona hijau, akan tetapi bagi yang berada di zona kuningpun mempunyai hak belajar mengajar melalui tatap muka. Namun pemberlakuan belajar mengajar tatap muka ini, hanya diberlakukan oleh tingkat SMA, SMK dan sederajat. Hal itu dikatakan Kepala Cabang Dinas (KCD) pendidikan wilayah X1 Kabupaten Garut Asep Sudarsono.

Dijelaskan lebih lanjut, ia mengatakan bahwa di Kabupaten Garut ini, sudah ada sekitar 177 sekolah yang mengajukan belajar mengajar secara tatap muka. Adapun sekolah – sekolah yang mengajukan tersebut yaitu sebanyak 32 SMA dan 85 SMK.

“Namun meskipun pihak sekolah telah mengajukan pola belajar mengajar dengan cara tatap muka. Mereka harus mempersiapkan serta harus taat dan patuh dengan adanya protokoler kesehatan yang ada di sekolah,” jelas Asep.

Selain itu Asep mengatakan. “Kita disini sebelumnya akan melakukan adanya sosialisasi juga verifikasi sebelum pola belajar mengajar tatap muka,” papar Asep kepada Analisnews saat di wawancarai diruang kerjanya, Senin (10/8/2020).

Ditambahkan Asep, apabila pada saatnya nanti sekokah sudah di persilahkan untuk belajar mengajar dengan cara tatap muka, para orang tua siswa maupun siswi berhak mengambil suatu kebijakan. Apakah anaknya bisa mengikuti belajar tatap muka atau tidak.

“Maka di dalam hal ini, kita akan serahkan lagi kepada orang tua mereka masing – masing dan kita disini memberikan kesempatan terhadap para orang tua untuk memberikan surat apabila anaknya tidak bisa mengikuti belajar mengajar tatap muka langsung. Pihak orang tuapun bisa mengajukan anaknya agar belajar melalui daring,” jelasnya. (Kaperwil Jbr)

  • Bagikan