Tagar #OmnibusLawBayarInfluencer Muncul, Ada apa?

  • Bagikan

ANALISNEWS, NASIONAL – Jagat dunia maya khususnya media sosial Twitter hari ini, Minggu (16/8/2020) diramaikan dengan tagar #OmnibusLawBayarInfluencer, tagar ini muncul setelah sejumlah publik figur diketahui menjadi influencer RUU Cipta Kerja yang menuai kontroversi di masyarakat. Mereka membuat konten dengan hastag #indonesiabutuhkerja.

Ada 21 artis dan selebritas membuat status yang berisi tagar #Indonesiabutuhkerja. Diketahui, #IndonesiaButuhKerja merupakan bentuk dukungan untuk melanggengkan RUU Cipta Kerja.

Kemudian beberapa diantara mereka mengaku mendapat bayaran Rp 5 juta hingga Rp 10 juta untuk menaikan tagar #IndonesiaButuhKerja.

Dilansyir dari tempo.co, musisi Ardhito Pramono mengakui menerima bayaran untuk mengangkat #IndonesiaButuhKerja. Kepada Tempo, Ardhito mengatakan dihubungi dan dibayar Rp 10 juta untuk setiap cuitan. Kala itu, dia tidak tahu menahu bahwa tagar #IndonesiaButuhKerja berkaitan dengan Omnibus Law yang ramai dikritik publik.

Ia sempat bertanya ke pihak yang menawarkan ‘pekerjaan’ itu soal tujuan kampanye ini. Yang bersangkutan memastikan tagar tersebut tidak ada kaitan dengan politik hanya untuk menenangkan masyarakat di tengah wabah Corona.

“Atas ketidaktahuan dan seakan seperti nirempati kepada mereka yang memperjuangkan penolakan terhadap RUU ini, saya mohon maaf,” kata dia seperti dikutip Koran Tempo, Sabtu 15 Agustus 2020

Di lain sisi, Presenter Aditya Fadilla melalui akun twitter @adit_insomnia menyatakan mendapat tawaran dari teman dekat satu profesi dengan bayaran Rp 5 juta per unggahan. Namun belakangan ia baru tahu jika tagar itu berhubungan dengan RUU Omnibus Law. Dit menyesal menerima pekerjaan itu, dan mengaku untuk mengembalikan uang yang ia terima.

“Saya sudah komunikasi sama teman yang menawarkan pekerjaan ini untuk mengembalikan duit yang saya terima,” kata dia.

Menanggapai hal tersebut, Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengklaim pemerintah tidak pernah menjalin kerja sama dengan artis dan influencer untuk mempromosikan RUU Omnibus Law Cipta Kerja . Menurutnya, unggahan para artis adalah spontanitas, bukan arahan pemerintah.  Namun ia mengaku tidak tahu mengapa dukungan itu bisa diunggah para artis dalam waktu bersamaan.

“Itu spontanitas. Enggak ada arahan dari pemerintah,” ujar Donny saat dihubungi, Kamis (13/8/2020) seperti dikutip dari CNN Indonesia. (*)

  • Bagikan