Eksistensi dan Kedudukan Bimbingan Konseling di Sekolah

  • Whatsapp

ANALISNEWS, NASIONAL –  Penyelenggaraan pendidikan nasional pasti tak lepas dari peranan bimbingan konseling di sekolah. Hal ini tak lepas dari peranan Bimbingan dan Konseling atau konselor sekolah dalam pembentukan pribadi siswa.

Eksistensi dan Kedudukan Bimbingan dan Konseling di Sekolah sudah sejak lama diatur pemerintah dalam dunia pendidikan hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional termaktup dalam UU Pendidikan Nasional UU. No. 20 Tahuan 2003.

Eksistensi BK (Bimbingan dan Konseling) di Sekolah sangatlah berguna Bimbingan dan konseling merupakan suatu bagian dari keseluruhan program di sekolah, mempunyai tujuan tertentu sejalan dengan tujuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Secara umum bimbingan bertujuan untuk membantu individu dalam mencapai tujuan, tujuan tersebut yaitu: (1)Kebahagiaan hidup pribadi, (2) Kebahagiaan yang efektif, (3) Kebahagiaan kesanggupan hidup bersama dengan orang lain, (4) Keserasian antara cita-cita anak didik dengan kemampuan yang dimilikinya.

Perlunya Eksistensi dan Kedudukan Bimbingan dan Konseling di Sekolah bertujuan memudahkan proses pembelajaran yang efektif. Menurut Winkel yang dikutip oleh Rifa Hidayah ada beberapa tujuan Eksistensi dan Kedudukan Bimbingan dan Konseling di Sekolah sebagai berikut : 1) Fungsi penyaluran, yaitu membantu siswa mendapatkan yang terbaik, dan siswa dibantu untuk memilih antar alternatif yang tersedia  (decision making), misalnya memilih kegiatan ekstrakulikuler sesuai dan memilih program studi  yang sesuai. 2) Fungsi penyesuaian, yaitu membantu siswa menemukan cara menempatkan diri secara tepat dalam berbagai keadaan dan situasi yang dihadapi (adjustment). 3) Fungsi pengadaptasian, yaitu mengarahkan rangkaian kegiatan pendidikan dan pengajaran supaya sesuai dengan kebutuhan siswa.

Uraian di atas dapat diketahui bahwa Eksistensi dan Kedudukan Bimbingan dan Konseling di Sekolah berguna untuk mengembangkan potensi pada diri individu sesuai dengan kemampuannya agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Hal inilah yang merupakan tujuan utama pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, terutama bagi siswa-siswi sebagai individu yang diberi bantuan.

Eksistensi dan Kedudukan Bimbingan dan Konseling di Sekolah berarti menentukan pula keberhasilan dari tujuan pendidikan. Sedangkan berhasil tidaknya tujuan tersebut bergantung pada pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri. Kerjasama yang baik dari semua pihak seperti kepala sekolah, para guru pengajar sekaligus guru pembimbing, orang tua juga masyarakat akan sangat menentukan. Dari uraian di atas jelaslah yang hendak dicapai oleh program bimbingan dan konseling adalah tingkat perkembangan yang optimal bagi setiap individu sesuai dengan kemampuan, agar dapat mengenal diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. (Nursaiti, Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang)

Pos terkait