Harga Buah Asam Anjlok, Petani Mengeluh

  • Whatsapp

ANALSINEWS, NAGEKEO – Di musim kemarau tiap tahunnya buah asam yang kering menjadi salah satu mata pencarian alternatif petani di dataran Mbay, kecamatan Aesesa, kabupaten Nagekeo, Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka mencari dan mengumpulkan buah asam dari pohon asam yang tumbuh liar di lingkungan mereka untuk kemudian dijual kepada pedagang.

Tak seperti tahun sebelumnya, tahun ini sejumlah warga merasa ada yang berbeda. Meski buah asam melimpah di dapat namun harga jual buah asam anjlok atau menurun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Feribertus Geghi warga Aupamo Okisato, kecamatan Aesesa mengeluh hasil jerih payah mengumpulkan buah asam tak dihargai seperti tahun sebelumnya. “Tahun lalu asam satu kilo harganya Rp4.000, tahun ini hanya Rp2.500 per kilo,” ungkap Feri, Selasa (15/09/2020).

Feri merasa seakan ada yang mengatur harga beli buah asam dari petani. Karena tahun lalu banyak pedagang atau pembeli yang turun mencari dan membeli buah asam di petani namun tahun ini tidak demikian sehingga yang terjadi cenderung petani yang mencari pembeli. “Sepertinya pedagang sengaja tidak mau turun beli di kampung biar kami kesulitan cari pembeli dan disitulah mereka tekan harga, kalau begini kami ini yang rugi,” katanya. (*)

Pos terkait