Kegiatan Pembinaan Pansel JPT oleh KASN Menghemat APBN Sekitar 3,75 Miliyar

  • Whatsapp

ANALISNEWS, JAKARTA –  Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyelenggarakan Pembinaan Nasional Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), ini merupakan kegiatan pelatihan Panitia Seleksi (Pansel) JPT perdana yang dilakukan secara virtual.

Pelaksanaan kegiatan pembinaan nasional panitia seleksi pengisian JPT yang diselenggarakan oleh KASN ini akan diselenggarakan pada 3 (tiga) batch, yakni: Sesi pertama berlangsung pada Senin, 14 September 2020 dengan peserta adalah perwakilan Panitia Seleksi (Pansel) dan Calon Pansel dari unsur Kementerian/Lembaga/Akademisi/pakar independen. Lalu Sesi kedua akan dilaksanakan Selasa, 16 September 2020 dengan peserta dari perwakilan Pansel dan Calon Pansel dari unsur Provinsi/Kabupaten/Kota. Selanjutnya sesi 3 diselenggarakan pada Jumat, 18 September 2020 peserta nantinya terdiri dari para alumni kegiatan Getting That Selection Right yang pernah diselenggarakan oleh KASN. Kegiatan yang dibuka oleh Ketua KASN, Prof. Agus Pramusinto MDA ini, dihadiri oleh ratusan peserta secara virtual baik melalui zoom maupun live youtube KASN RI.

Komisioner KASN Bidang Pengawasan Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Wilayah 1, Dr. Rudiarto Sumarwono menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah memberikan pemamahan kepada Pansel seputar informasi mengenai kebijakan pengisian JPT.

“Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah memberikan pemamahan kepada Pansel tentang regulasi pengisian JPT, rincian aspek standar kompetensi JPT, dan tata cara Pansel dalam melakukan elaborasi kompetensi kepada peserta seleksi terbuka,” ujar Rudi.

Lebih lanjut, Komisioner KASN ini juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pembinaan nasional panitia seleksi pengisian JPT ini mampu menghemat anggaran belanja negara sekitar Rp. 3,75 miliar.

“Kegiatan ini (pelaksanaan pembinaan nasional panitia seleksi pengisian JPT) dapat menghemat anggaran belanja negara sekitar Rp. 3,75 miliar. Tentu hal ini adalah inovasi baru bagi agenda pencegahan pelanggaran sistem merit dan agenda melahirkan pejabat pimpinan tinggi yang memiliki kompetensi, kualitas, dan profesionalisme,” tambah Rudi.

Penghematan anggaran ini, dikarenakan peserta tidak perlu hadir secara fisik untuk mendapatkan materi pelatihan. Dengan penghematan 3,75 miliar dalam kegiatan Pembinaan Pansel yang diselenggarakan KASN tentu ini menjadi inovasi kebijakan dalam pelayanan publik di masa pandemi covid-19. Dr. Rudiarto Sumarwono juga memastikan bahwa walau pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara virtual tidak mengurangi kualitas dalam penyampaian materi oleh para narasumber.

“Kegiatan pembinaan Pansel pengisian JPT secara virtual yang diselenggarakan oleh KASN adalah inovasi baru di tengah masa pandemi covid-19. Dahulu pembinaan dan sosialisasi dilakukan secara langsung dan memerlukan anggaran banyak, namun sekarang dengan memanfaatkan teknologi dapat melakukan efisiensi anggaran,” jelas Rudi.

Ketua Pelaksana kegiatan yang juga sekaligus Asisten KASN Bidang Pengawasan Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Wilayah 1, John Ferianto menyampaikan bahwa KASN menghadirkan narasumber-narasumber ternama dari internal dan eksternal KASN untuk memberikan materi spesifik yang dibutuhkan oleh Pansel.

“Kegiatan Pembinaan Pansel ini dihadiri narasumber internal seperti Dr. Rudiarto Sumarwono selaku Komisioner KASN, para Asisten KASN Bidang Pengawasan Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Wilayah 1. Kami juga mengundang narasumber eksternal seperti Prof. Eko Prasodjo selaku Dekan FIA Universitas Indonesia yang juga mantan Wakil Menteri PANRB, dan Drs Teguh Widjinarko, MPA selaku Plt Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB,” ujar John Ferianto.

Adapun tema yang akan dibahas mulai dari seputar regulasi terbaru tentang pengisian JPT, standar kompetensi JPT, kode etik Pansel, dan elaborasi pemahaman peserta pengisian JPT.

Dia akhir kegiatan, Prof. Eko Prasodjo selaku narasumber Batch 1 ini menyebutkan. “Menjadi Pansel adalah apresiasi dan kepercayaan dari negara. Mari kita sebagai Pansel harus meningkatkan kompetensi dan objektifitasnya dalam memberikan penilaian karena baik buruknya negara ini ditentukan oleh Pejabat Pimpinan Tinggi, mengingat ia adalah interseksi dari jabatan politik dan jabatan birokrasi,” ujar Prof Eko.

Senada dengan Prof. Eko, hal serupa juga diungkapkan oleh Plt Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB, Teguh Widjinarko. “Tanggung jawab terbesar seorang Pansel adalah memilih 3 (tiga) terbaik peserta seleksi terbuka. Disitulah objektifitas dan hasil penilaian kita harus dilakukan dengan baik. Karena apabila tidak dilakukan dengan baik akan menyangkut masa depan orang, masa depan instansi, dan masa depan kita sebagai Pansel mengingat kredibilitas kita menjadi pertaruhan dari itu. Seorang Pansel juga harus memiliki kode etik dan ini adalah tugas KASN untuk melakukan penegakan kode etik tersebut kepada Pansel,” tambah Teguh. (shanty)

Pos terkait