Novel Baswedan: UU NO 19 Tahun 2019 Telah Melemahkan KPK

  • Whatsapp

ANALISNEWS, HUKUM – Penyidik Senior Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan adanya Undang-undang Nomor 19 tahun 2019 jelas telah melemahkan KPK.

Hal ini terlihat setalah dia menggungah sebuah keterangan dalam akun twitternya, “Alhamdulliah tadi pagi saya telah memberikan keterangan sebagai saksi di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Sidang Judicial Review UU KPK.

Bacaan Lainnya

Menurutnya. “Adanya UU No 19 /219 jelas telah melemahkan KPK,” tulis Novel di akun twitternya pada Kamis (24/09/2020).

“Semoga MK sebagai benteng terakhir penjaga konstitusi bisa membatalkan pelemahan KPK demi kepentingan bangsa,” ujarnya.

Dikutip darti Tirto.id sebelumnya KPK telah mengidentifikasi 26 hal yang beresiko melemahkan KPK dalam UU KPK tersebut.

Poin pelemahan itu misalnya, KPK diletakkan sebagai lembaga negara di rumpun eksekutif yang akan mengurangi independensi KPK, pegawai KPK merupakan Aparatur Sipil Negara, sehingga ada resiko independensi terhadap pengangkatan, pergeseran dan mutasi pegawai saat menjalankan tugasnya.

Potensi pelemahan lain adalah kewenangan dewan pengawas masuk pada teknis penanganan perkara yaitu memberikan atau tidak memberikan izin penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan. Padahal standar etik, dan anti-konflik kepentingan untuk dewan pengawas lebih rendah dibanding Pimpinan dan Pegawai KPK.

OTT menjadi lebih sulit dilakukan karena rumitnya pengajuan penyadapan dan aturan lain yang ada di UU KPK; kewenangan KPK melakukan suvervisi dikurangi, yaitu Pasal yang mengatur kewenangan KPK untuk melakukan pengawasan, penelitian, atau penelahan terhadap instansi yang menjalangkan tugas dan wewenang terhadap instansi yang melakukan pelayanan publik tidak ada lagi dan potensi pelemahan lainnya. (Sabri)

Pos terkait