“Militer Terkini !” Teknologi Jet Tempur AS Generasi Baru Gabungan Pesawat dan Satelit

  • Whatsapp

ANALISNEWS, INTERNASIONAL – Media lokal setempat melaporkan baru ini AS siap memproduksi senjata terbarunya yakni sistem pertahanan udara pesawat temput satelit. Proyek tersebut merupakan salah satu proyek memoderenisasi sistim persenjataan Angkatan Udara AS.

Jet tempur satelit didesain menggunakan rekayasa digital sebagai bagian dari “eSeries” terbaru milik Angkatan Udara  AS.

Dilansir dari Defense News, pada Senin lalu (14/09/2020) Sekretaris Angkatan Udara AS Barbara Barrett saat pidato pada konferensi Udara, Angkasa dan Siber Asosiasi Angkatan Udara mengatakan “Seluruh persenjataan canggih itu akan mendapat awalan “e”. “Langkah ini untuk menginspirasi perusahaan-perusahaan menggunakan kemungkinan yang ada dari rekayasa digital,” ungkap Sekretaris Angkatan Udara AS Barbara Barrett saat pidato pada konferensi Udara, Angkasa dan Siber Asosiasi Angkatan AS.

Disisi lain, para pemimpin, termasuk Barrett dan eksekutif akuisisi Angkatan Udara Will Roper menganggap rekayasa digital sebagai kunci mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk mengembangkan sistem senjata baru, menggunakan pemodelan virtual dan simulasi untuk mendesain dan tes produk sebelum prototipe fisik diproduksi.

Dikutip dari media AFF, pada Rabu setempat (16/09/2020) Jet latih T-7A Red Hawk buatan Boeing menjadi pesawat pertama yang menerima teknologi baru eSeries. “eT-7 itu yang pertama dalam visi kami secara jangka panjang untuk e-pesawat dan e-satelit.

Selama 73 tahun, seluruh sejarah Angkatan Udara, X-pesawat telah mewakili inovasi teknologi. Hari ini, e-pesawat dan e-satelit akan menggabungkan mereka membuat sejarah dan memastikan para profesional di angkatan udara dan angkasa memiliki alat modern untuk melindungi bangsa kita,” tutur Barrett.

Pesawat itu termasuk milik Angkatan Laut AS EA-18 Growler yang dapat melancarkan serangan elektronik, jet pengintai Angkatan Udara E-8 JSTARS dan E-6 Mercury yang digunakan sebagai pos komando udara untuk melancarkan serangan rudal balistik antarbenua. (Nursaiti)

 

Pos terkait