Hari Sumpah Pemuda 2020, Nyai Eva: Pemuda adalah Pemersatu Bangsa

  • Whatsapp
Nyai Hj Dewi Khalifah Saat Jadi Ketua Organisasi Pelopor 2003.
Ayo Bantu Viralkan :

ANALISNEWS, SUMENEP –  Tepat Hari ini pada 28 Oktober 1928, atau 92 tahun yang lalu pemuda-pemuda bumi putera ber ikrar dalam satu sumpah bersama dengan kesadaran penuh tentang sebuah identitas kebangsaan bersama, Satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa yang menjadi konsensus bersama, momentum itu juga menandakan Kebangkitan Nasional dan kaitannya peran pemuda di dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia, Rabu (28/10/2020).

Sudah 92 tahun perjalanannya sejak di ikrarkan, melintasi beberapa generasi, menerobos batas waktu peralihan rezim kekuasaan politik, ikrar yang dipekikkan sekumpulan Pemuda Bumi Putera terus dirayakan hingga hari ini, untuk dapat dipelajari nilai-nilai yang terkandung didalamnya, hingga menjadi warisan antar generasi.

Bacaan Lainnya

Tidak terkecuali bagi salah satu tokoh perempuan di Kabupaten Sumenep yang pernah menjabat sebagai ketua Pemuda Pelopor pada 2003 yang lalu, yaitu Nyai Hj Dewi Khalifah, memaknai Sumpah Pemuda yang jatuh hari ini itu mengingatkan bagaimana pentingnya peran pemuda didalam kekuatan sejarah, sebagai pemersatu bangsa yang menemukan identitas kebangsaan dari keberagamaannya.

“Pemuda sebagai Pemersatu Bangsa, sehingga kedepan diharapkan pemuda tetap menjadi penjaga keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia,” katanya.

Perempuan yang saat ini resmi mendampingi Ach Fauzi dalam Kontestasi Pilkada Sumenep 2020, melalui momentum sumpah pemuda ini, ia berharap generasi muda hari ini dapat memberikan kontribusi didalam pembangunan bangsa dan negara, sebagai cara untuk merawat nilai-nilai sumpah pemuda dan mengisi kemerdekaan

“Pemuda adalah harapan untuk membangun bangsa didalam mengisi kemerdekaan,” jelasnya.

Karena menurutnya kedepan pemuda adalah pewaris bangsa indonesia ini untuk itu, merawat identitas bangsa indonesi sebagai sebuah bangsa yang besar kaya dan beragam penting untuk dilakukan, ia juga mengingatkan jangan sampai perbedaan suku, ras dan budaya itu dipandang sebagai konflik akan tetapi sebagai sebuah kekayaan disinilah pemuda harus berperan aktif, dan belajar dari nilai-nilai yang diwaris oleh sumpah pemuda

“Kedepan bangsa berada ditangan pemuda tentunya saya melihat dari sumpah pemuda, ada beberapa aspek yang harus dikembangkan, yaitu untuk merawat keutuhan NKRI yang sangat kaya dengan ragam budaya, bahasa, dari berbagai daerah, perbedaan itu jangan sampai dipandang sesuatu perpecahan tapi kekayaan,” tandasnya.

Ia juga meyakini apabila nilai-nilai yang terkandung didalam sumpah pemuda tersebut diaplikasikan oleh pemuda-pemuda hari ini, akan menjadikan bangsa ini besar, bangsa yang adil, makmur dan sejahterah sehingga dapat disegani oleh bangsa-bangsa lain nya.

“Saya yakin apabila duta-duta pemuda indonesia dapat mengamplikasikan apa yang ada didalam sumpah pemuda saya yakin kita akan lebih makmur dan sejahtera,” yakinnya.

Disinggung terkait dengan apabila dirinya, diberikan mandat oleh rakyat pada Pilakada Sumenep 2020 mendatang, apa yang akan ia lakukan untuk dapat mengakomodir Pemuda-pemuda di Kabupaten Sumenep, Nyai Hj Dewi Khalifah mengatakan, akan mengembangkan kreatifitas Pemuda Sumenep karena menurutnya pemudah-pemuda Sumenep memiliki keahlian masing-masing disegala bidang baik di kepulauan maupun didaratan, dan akan dikembangkan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu pemuda.

“Potensi ini dapat dikembangkan secara maksimal apakah yang didalam bidang seni, bidang olahraga, bidang Wirausaha ataupun bidang keagamaan mereka akan dikembangkan sesuai dengan karakter bidang masing-masing,” jelasnya.

Permpuan yang pernah memimpin organisasi kepemudaan bernama pemuda pelopor pada 2003 silam ini sukses mendapatkan pengahragaan dari Presiden Republik Indonesia kala itu, dengan pengalaman tersebut ia yakin betul dapat mengelola mengembangkan pemuda-pemuda di Kabupaten Sumenep

“Saya punyak pengalaman dipemuda pelopor kabupaten sumenep sampai ketingkat nasional, dengan pengalaman saya itu dapat membantu untuk mengembangkan kreatifitas anak-anak dikabupaten sumenep sehingga kita dapat bersama-sama membangun Kabupaten Sumenep,” tandasnya.

Selai itu ia berjanji akan memaksimalkan peran pemerintah untuk memperhatikan secara maksimal pemuda yang berprestasi didalam bidangnya masing-masing, sehingga dapat menyalurkan energi positifnya bagi pemuda-pemuda yang lain nya untuk maju.

“Harus ada perhatian penuh dari pemerintah kepada pendidikan anak-anak yang memiliki kecakapan dan prestasi khusus, sehingga mereka dapat menggunakan ilmunya bukan hanya untuk dirinya sendiri akan tetapi dapat mengajak pemuda-pemuda yang lain untuk maju,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan salah satu tantangan pemuda hari ini, adalah arus budaya westernisasi yang berpotensi akan menggerus nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, yang memiliki keberagamaan ini, untuk itu ia mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman kepada pemuda hari ini tetang karakter dan identitas kebangsaan melalui institusi pendidikan.

“Pendidikan untuk pemuda ini jangan hanya diberikan pengetahuan umum dan pengetahuan agama akan tetapi pendidikan karakter tentang kebangsaan juga harus diberikan oleh dilembaga-lembaga pendidikan formal, kita tidak mau bangsa yang kaya dan besar ini tergerus oleh perubahan zaman,” tutupnya. (Thofu)

Pos terkait