Ini Jumlah Daftar Pemilih Tetap yang Sudah Ditetapkan KPU Sumenep pada Pilkada 2020

  • Whatsapp

ANALISNEWS, SUMENEP – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumenep 2020, sudah tinggal kurang lebih dua bulan lagi, saat ini tahapan menuju perhelatan akbar di Kabupaten ujung Timur Madura, Jawat Timur tersebut sudah memasuki penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Sabtu (17/10/2020).

Penetapan DPT Pilkada Sumenep 2020 oleh KPU Sumenep ditetapkan melalui rapat pleno yang dihadiri, Badan pengawas Pemilu (Bawaslu), kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati, beserta Polres sumenep dan Kodim 0827 Sumenep.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua KPU Sumenep, A. Warits mengatakan, penetapan DPT tersebut sesuai hasil rapat pleno terbuka yang dilaksanakan KPU Kabupaten Sumenep pada hari Rabu 14 Oktober 2020 kemarin di salah satu hotel di Sumenep, dan berdasarkan rapat pleno tersebut KPU Menetapkan Sebanyak 822.320 orang pemilih.

“Jumlah totalnya 822.320 orang dengan rincian, 433.686 orang pemilih perempuan dan 388.634 orang pemilih laki-laki,” terang A. Warits, Jumat (16/10/2020).

A. Warist juga menyampaikan DPT tersebut, merupakan proses akhir dari jumlah pemilih yang memiliki hak suara pada pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Akan tetapi kata Ketua KPU Kabupaten Sumenep ini, jumlah itu bukan bersifat paten. Kendati demikian menurut dia tidak ada masalah lagi.

Menurutnya, DPT harus segera ditetapkan sebagai dasar untuk mencetak daftar jumlah surat suara karena waktu pelaksanaan sudah hampir dekat.

“Sekalipun jumlah DPT sudah ditetapkan, warga yang masuk dalam DPT pada Pilkada Sumenep 2020 itu di luar dari TNI-Polri. Karena untuk kedua unsur ini tidak memiliki hak suara di Pilkada. Kalaupun nantinya ada warga yang masuk DPT, ternyata diterima TNI atau Polri, maka namanya akan dicoret dari DPT,” tegasnya.

Warits menambahkan, mengenai pemutakhiran data, pihaknya akan terus melakukan pembaharuan (upgrade data) hingga hari H, karena khawatir ada warga yang memenuhi syarat tapi tidak masuk di DPT yang telah ditetapkan.

Dengan artian, orang yang sudah memenuhi syarat bukan berarti tidak bisa memilih. Sebaliknya, misal jika ada yang meninggal dunia maka hal itu tidak termasuk dalam pernyataannya di atas tidak boleh ada tambahan lagi.

“Karena nanti surat suara akan lebih sekitar 2,5 persen di setiap TPS untuk menjaga kemungkinan takut ada penambahan yang sudah memenuhi syarat,” tandasanya. (Thofu)

Pos terkait