Pemkab Kaur Wacanakan Pembangunan Tahap Kedua Pasar Inpres Lanjut pada Tahun 2021

  • Whatsapp

ANALISNEWS, BENGKULU – Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu mewacanakan lanjuti pembanguan tahabp dua pasar inpres pada tahun 2021 mendatang. Diketahui pada tahun 2020 ini pemda tidak bisa melanjutkan pembangunan pasar inpres tahap kedua.

Hal itu dikarenakan Covid-19 sehingga semua kegiatan dibatasi termasuk juga rencana pembangunan tahap kedua pasar inpres yang direncanakan tuntas tahun 2020.

Namun, demikian tahun 2021 mendatang Pemkab Kaur, Provinsi Bengkulu tetap akan diajukan usulan pembangunan tahap kedua pasar inpres dengan alokasi dana sebesar Rp9 miliar lebih.

Karena pasar inpres yang saat ini dirancang menjadi pasar induk di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu akan terus ditingkatkan oleh Pemkab Kaur. Untuk tahap pertama pembangunan telah selesai dan saat ini sudah ditempati oleh pedagang.

Namun belum maksimal karena masih kondisi covid-19. Kepada RB, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kaur Agus Supianto membenarkan kalau tahun 2020 rencana pembangunan pasar impres gagal dan akan diusulkan kembali tahun 2021 yang akan datang.

Pada Kamis lalu Kepada RB, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kaur Agus Supianto mengatakan “Karena kondisi covid-19, maka lanjutan pasar inpres Rp 9 miliar belum bisa kita realisasikan tahun ini namun tahun 2021 akan kita tindak lanjuti nantinya. Apa lagi pembangunan tahap pertama sudah kita selesaikan dan tinggal tahap lanjutan saja, karena lahan pasar masih luas dan bisa terus kita tingkatkan lagi,” jelas Agus Supianto, selaku Kepada RB, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kaur, Provinsi Bengkulu  ditempat.

Sebagai informasi, tidak hanya pasar inpres saja yang tahun ini belum bisa dilanjutkan, pembangunan pasar tradisional lainnya di kecamatan-kecamatan di Kaur pada tahun 2020 ini juga tidak ada. Karena menurut Agus, pengajuan untuk DAK tahun 2020 tidak bisa dilakukan. Karena tidak ada tanah hibah pasar untuk bisa dibangun lagi tahun 2020. Sementara syarat peningkatan pasar ini harus ada tanah hibah dari masyarakat untuk bangun pasar.

Disisi yang sama, Agus Supianto menegaskan kembali “Untuk pasar desa dan tingkat kecamatan juga tidak ada kita bangun tahun ini, karena terganjal tanah hibah yang tidak ada.  Jadi kalau ada mungkin di 2021 akan kita usulan melalui dana DAK, jika tidak maka tidak bisa kita usulkan untuk pembangunan kios dan los pasar. Dan ini sudah kita sampaikan kepada pengelola pasar yang belum dibangun, karena kalau tidak diserahkan tanahnya maka tidak bisa kita bangun pasarnya,” tutur Agus Supianto, selaku yang menangani hal tersebut. (Nursaiti)

Pos terkait