Usai Memenuhi Panggilan Bawaslu, Ini Kata Paslon Momor Urut 1 SJA-ARUL

  • Whatsapp

ANALISNEWS, KOTABARU, KALSEL – Pasangan calon (paslon) memenuhi panggilan Bawaslu dalam hal klarifikasi masalah terkait dugaan pelanggaran kampanye pemilu yang dilakukan atas aduan Tim Burhanuddin – Bahruddin (BHD) yang merupakan pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati 2020 – 2024, di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Kotabaru Jumat (16/10/20).

Pasangan calon (Paslon) Sayed Jafar Alaydrus – Andi Rudi Latif (SJA-Arul) menghadiri panggilan Bawaslu Kabupaten Kotabaru dengan mengenakan baju kemeja putih, pakai peci hitam dan masker dengan warna putih, beserta dengan Tim pemenangan memenuhi panggilan ke Bawaslu.

Pasangan calon SJA-ARUL nomor urut satu menyampaikan “Saya bersama pasangan yang di dampingi kuasa hukum Tri Wahyudi Warman hanya memenuhi undangan dari Bawaslu Kabupaten Kotabaru untuk mengklarifikasi berita yang beredar di medsos terkait kehadiran kami di desa Tarjun kecamatan kelumpang hilir yang belum lama tadi,” jelasnya.

“Jadi ada 20 pertanyaan yang diajukan oleh Bawaslu,” kata Sayed menambahkan, antara lain kehadiran kami bersama Tim SJA-ARUL kedesa Tarjun bertindak sebagai apa,” jelasnya.

“Kami, Sayed hadir hanya terpanggil kerena melihat kondisi saudara kita yang terkena musibah, dan saya (Sayed) hadir di sana tidak ada mengatakan atau menjanjikan apa-apa. karena kapasitas saya bukan seorang Bupati, lantaran sedang cuti,” jelasnya.

“Intinya saya datang kedesa Tarjun tersebut  hanya melihat saudara kita yang terdampak kebakaran, dan sekali lagi saya bersama Tim tidak ada menyerahkan bantuan dari pemerintah daerah. yang ada hanya memberikan bantuan atas nama pribadi sebagai bentuk kemanusiaan, dan kami pun melalui komunikasi dengan pihak yang bersangkutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ketua Bawaslu Kabupaten Kotabaru melalui koordinator divisi penanganan pelanggaran pemilu Bawaslu kotabaru Ahmad Gapuri, SH., M.Hum., menyatakan saat ditemui, bahwa pemanggilan pasangan calon (Paslon) SJA-ARUL merupakan tindak lanjut laporan oleh Tim pasangan calon (Paslon) nomor urut dua (2) BHD, yang di duga melakukan pelanggaran kampanye pemilu saat melakukan penyerahan bantuan sosial (Bansos) pasca kebakaran pasar desa Tarjun kecamatan kelumpang hilir pekan lalu.

“Pemanggilan ini memang untuk klarifikasi berita yang ada di medsos maupun media cetak, ada sekitar 12 pertanyaan yang diajukan oleh Bawaslu Kabupaten Kotabaru terkait penyerahan bantuan sosial (Bansos) yang diserahkan oleh pasangan calon (Paslon) dengan nomor urut 1 SJA-ARUL pada saat musibah kebakaran pasar desa Tarjun,” terangnya.

Dalam hal ini, Bawaslu juga akan memanggil beberapa saksi lagi untuk dimintai keterangan mengenai bantuan sosial (Bansos) dari Dinas sosial Kabupaten Kotabaru. (zn)

Pos terkait