Bakamla RI Gelar Rakor Monitoring Penyelenggaraan Kebijakan Pengintegrasian Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini

  • Whatsapp
Ayo Bantu Viralkan :

ANALISNEWS, JAKARTA – Jumat (20/11/2020) Direktorat Kebijakan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Monitoring Penyelenggaraan Kebijakan Pengintegrasian Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini, di salah satu hotel kawasan Kalibata, Jakarta Timur, kemarin.

Rapat dibuka Deputi Kebijakan dan Strategi Laksda Bakamla Tatit E. Witjaksono, S.E., M.Tr (Han). Dalam sambutannya dibeberkan tujuan dilaksanakan Rakor Penyelenggaraan Kebijakan Pengintegrasian Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini adalah untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan rekomendasi kebijakan yang telah disusun, khususnya terhadap penyelenggaraan pengintegrasian sistem informasi dan sistem peringatan dini keamanan dan keselamatan laut.

Bacaan Lainnya

Disamping itu dijelaskannya pula, pelaksanaan kegiatan Rakor ini juga diharapkan dapat menjadi sarana transfer pengetahuan dan informasi yang menyeluruh terhadap proses penyusunan dan penyelenggaraan kebijakan dimasa yang akan datang.

Menutup sambutannya, Laksda Bakamla Tatit menekankan kepada narasumber dan seluruh peserta untuk berdiskusi dan memberikan saran, sebagai evaluasi terhadap Penyelenggaraan Kebijakan Pengintegrasian Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini Keamanan dan Keselamatan Laut.

Hadir sebagai narasumber yakni Kepala Program Studi Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada Dr. Ridi Ferdiada, Kepala Departemen Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Dr. Ir. R.V. Hari Ginardi, M.Sc., Dosen Program Studi Oseanografi Fakultas Ilmu Dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung Dr. Ayi Tarya, S.Si., M.Si., dan Kepala Distrik Navigasi Kelas II Benoa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Saham Amir Syarief, SE, M.M.

Sementara itu, menurut laporan Direktur Kebijakan Kamla Laksma Bakamla Samuel H. Kowaas, M.Sc., selaku ketua penyelenggara mengatakan, kegiatan dihadiri perwakilan akademisi dan instansi dengan total peserta berjumlah 35 orang. (har)

Pos terkait