Dampak Banjir Bandang Aceh Tenggara, Sejumlah Intake Bangunan Irigasi Rusak Berat

  • Whatsapp
Kondisi akhir salah satu Intake (Pintu Air) Daerah Irigasi yang rusak akibat banji bandang.
Ayo Bantu Viralkan :

ANALISNEWS, KUTACANE – Paska terjadinya banjir bandang di “bumi metuah Sepakat Segenap Aceh Tenggara” beberapa waktu lalu, yang nyaris meluluh lantakkan tidak saja permukiman warga tapi juga sejumlah intake bangunan irigasi mengalami rusak berat, persisnya di pusat lokasi bencana yakni di Tiga Desa Kecamatan Deleng Pokhison, Kabupaten Aceh Tenggara.

Demikian disampaikan Kepala Bidang SDa (Sumber Daya Air) dari Dinas Perkimtan Aceh Tenggara, Ammar Hadi, ST., ketika ditemui AnalisNews.co.id Kutacane, Rabu (18/11/2020), di ruang kerjanya, ditambahkannya bahwa kondisi terakhir intake bangunan irigasi tersebut hanya mampu mengaliri sebagian hektar lahan warga, ditengarai mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Dari data yang kita lakukan,” sambung Ammar Hadi, setidaknya ada tiga DI (Daerah Irigasi) yang intake bangunan irigasinya mengalami kerusakan paling parah, yang dua diantaranya merupakan kewenangan kabupaten masing-masing Daerah Irigasi (DI) Mbah Bakhu di Kecamatan Deleng Pokhison, dan Daerah Irigasi Bunga Melur di Kecamatan Deleng Pokhison, sedangkan DI Kisam yang merupakan kewenangan Provinsi Aceh juga mengalami kondisi terparah.

“Tak ayal, dari rusaknya ketiga intake bangunan DI yang merupakan saluran vital irigasi yang berfungsi menyuplai air ke lahan persawahan warga, tidak mampu bekerja efektif, kendati masih terlihat dialiri air, tapi tidak bisa mencapai ke seluruh luas lahan (hektar) sawah warga,” rinci Ammar Hadi.

Sebagai langkah cepat guna mengantisipasi perihal tersebut, pihaknya tengah melakukan perhitungan dan kajian tekhnis terhadap ketiga kerusakan yang dialami Daerah Irigasi tersebut, yang nantinya akan kita usulkan perehaban dan perbaikan bangunan Daerah Irigasi yang diperkirakan mencapai biaya milyaran rupiah.

Seperti diketahui, masing-masing DI tersebut berbeda kemampuannya dalam mengairi lahan sawah warga, untuk DI Mbah Bakhu mampu mengairi hampir 46 Ha lahan sawah warga, sedangkan DI Bunga Melur mampu mengairi 100 Ha lahan sawah warga, dan DI Kisam mampu mengairi sedikitnya 1000 Ha lahan sawah warga.

“Insya Allah, jika tidak ada halangan, itu pun kita lihat setelah kita berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, tahun depan rencana untuk perbaikan dan perehaban ketiga DI tersebut akan kita upayakan, hal ini dilakukan mengingat urgenitas dari kebutuhan DI tersebut, kita tidak mau masyarakat petani kita mengalami kesulitan air menahun (berlama-lama) akibat rusaknya saluran vital irigasi tersebut yang dihantam bencana banjir bandang,” pungkas Ammar Hadi. (rky)

Pos terkait