Kepergok Bermesraan, Oknum Kades Junaidi Bersama Selingkuhannya Mengamuk & Keroyok Istri Syah

  • Bagikan
Korban Mudyati, AMK., dengan lukanya saat melaporkan kasus pengeroyokan ini ke Mapolres Kutacane., foto dok AnalisNews Kutacane.

ANALISNEWS, KUTACANE – Tidak senang karena ketahuan tengah indehoi yang dipergoki bermesraan dengan selingkuhannya, Oknum Kepala Desa Biakmoli, Kutacane, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara berinitial JND, dan teman selingkuhannya inisial RN mengamuk seraya membabi buta mengeroyok Istri syah, inisial Mudyati, AMK hingga babak belur.

Ditemui di Mapolres Aceh Tenggara, Kamis (26/11/2020) korban Mudyati yang mengaku telah menikah dengan oknum Kades hampir 17 tahun lamanya, menangis terisak-isak ketika menceritakan kronologis pengeroyokan tersebut yang terjadi pada Rabu malam (25/11/2020) persisnya di rumah kos-kosan selingkuhannya Desa Telaga Mekar, Kecamatan Lawe Bulan, Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.

“Jika tidak saja saya direlai oleh warga dan para tetangga, mungkin saja saya sudah tewas, ditengarai sambung Mudyati, bahwa suaminya sempat mengeluarkan parang dari dalam rumah selingkuhannya itu, tapi tak sempat karena ramainya warga yang datang begitu mendengar teriakan keras suara minta tolong yang keluar dari mulut saya,” beber Mudyati yang didampingi Bupati LIRA Aceh Tenggara, M Saleh Selian yang datang ke Mapolres karena mendapat telfon dari Korban Mudyati.

“Akibat pengeroyokan ini lanjut Ibu tiga orang putri ini, nyaris sekujur tubuh saya memar bekas dihantam balok oleh kedua pelaku, yang paling parah di bagian kepala saya beberapa luka benjol bekas hantaman benda keras dan tumpul,” rinci Mudyati.

Seperti diketahui, sambungnya pemukulan dan penganiayaan oleh suaminya ini bukan hal pertama kali dia lakukan, terakhir kali dibuatnya sekita bulan September 2020 lalu, yang tidak segan-segan oknum Kades Junaidi yang akrab disapa demikian menggunakan sapu almunium memukul dan menyiksanya hingga membuat jari kelingking saya nyaris putus buntut percecokannya yang mempersoalkan masalah dugaan pernikahannya dengan selingkuhannya yang berinisial RD.

“Tapi, saya tak langsung melaporkan hal itu ke Polisi, mengingat lamanya biduk rumah tangga yang sudah kami jalani, ditambah lagi dia langsung meminta maaf seraya membuat surat cerai atas pernikahaan sirihnya itu dengan selingkuhannya, waktu itu memang saya sempat percaya dan memaafkannya sembari mengurungkan niat saya untuk melapor Ke Polisi,” tandas Mudyati.

“Tapi hari ini, apalagi usai saya mereka berdua keroyok, dan bagaimana getolnya upaya suami saya yang sempat hendak membacok saya yang terjadi tadi malam, makanya pagi ini saya sudah bertekad kuat untuk melaporkannya ke Polisi,” imbuh Mudyati.

Sementara, menurut polisi yang menerima laporan pengeroyokan ini, Bripka Bambang, HS., ketika diwawancarai AnalisNews.co.id, Kamis (26/11/2020), membenarkan laporan korban Mudyati, AMK., yang diduga dikeroyok oleh suaminya bersama selingkuhannya itu, terlihat dari bukti bekas pemukulan yang dialami korban. “Saya kira pasal berlapis bisa menjerat keduanya,” pungkas singkat.

Menanggapi hal ini, Bupati LIRA Aceh Tenggara, M Saleh Selian, angkat bicara, kejadian merupakan bentuk penyiksaan dalam rumah tangga, terlebih lagi suami atau pelaku, selain berstatus PNS dia juga menjabat sebagai Kepala Desa yang rasanya perbuatannya ini sungguh sangat kejam dan tidak manusiawi karena dilakukannya tidak cukup sekali, kerap berulang. “Saya kira polisi harus mengambil tindakan represif kepada kedua pelaku, sebelum keduanya kabur melarikan diri,” tegas M Saleh Selian.(rky)

  • Bagikan