Tradisi Perburuan Paus di Lamalera

  • Whatsapp

ANALISNEWS, LAMALERA – Merupakan salah satu desa yang ada di  kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Ada hal unik dari kampung tersebut, yaitu berburu ikan paus, mungkin bagi orang awam yang belum tahu pasti bertanya-tanya. 
 
Sebelumnya perburuan paus di kampung nelayan ini sudah diizinkan oleh pemerintah, tak hanya pemerintah Organisasi Dunia telah mengizinkan masyarakat sekitar untuk berburu paus secara tradisional dengan persyaratan:  

Diperbolehkan berburu dengan alat-alat tradisonal (tidak boleh berburu secara modern), Tidak diperbolehkan berburu demi kepentingan komersial,jadi mereka berburu ikan paus hanya untuk konsumsi pribadi.

Ternyata perburuan paus di Kampung Lamalera ini sudah ada jaman dulu, dan akan meneruskan sebuah tradisi di kampung tersebut.
Setiap tahunnya rombongan paus bermigrasi dari bumi belahan utara sampa ke bumi selatan,salah satu rute yang di lewati ialah Perairan Lembata.
Perburuan paus akan dimulai dengan upacara adat,guna meminta keselamatan pada sang pencipta dan berharap mendapatkan hasil buruan.
Untuk paus yang di buru biasanya jenis paus sperma yang usianya sudah tua. Ketika masyarakat sekitar mendapatkan hasil tangkapan nya mereka akan memotong tubuh bagian paus tersebut agar bisa menampung di atas perahu
Agar hasil tangkapan nya awet atau disimpan dalam jangka waktu lama, masyarakat Lamalera akan menjemur daging-daging tersebut agar kandungan air di dalam daging keluar dan tidak menyebabkan busuk.
 
Yang membuat unik ketika berburu adalah juru tombak,  hanya orang tertentu yang bisa menjadi juru tombak Adapula persyaratan nya, ia harus lelaki baik-baik , perilaku sopan dan taat ibada 
Ketika pagi akan berburu, malemnya ia dilarang menggauli istri, bila pantangan itu dilanggar warga setempat meyakini tidak akan bisa menangkap paus satupun.
Masyarakat sekitar meyakini atau menganggap paus itu anugerah ilahi, sebab mereka tak gegabah atau berburu untuk komersial, namun seperlunya.
Bahkan dalam setahun tidak boleh lebih dari 20 ekor, itupun paus yang sudah tua dan tidak produktif

Pos terkait