Khawatir Asal Jadi, Dinas PUPR Awasi Ketat Pekerjaan Proyek Aspal Jalan Mbarung-Rembung Teldak Kutacane

  • Bagikan
Ketika pihak Dinas PUPR Kutacane turun ke lokasi progek jalan Mbarung-Rembung Teldak Kutacane, terlihat salah seorang petugas dari Dinas tengah menuliskan "Bongkar" via cat pilox di STA 4, 2 Km ruas jalan tersebut. Foto dok by Analis News Kutacane.

ANALISNEWS, KUTACANE – Paska mendapat sorotan tajam dari sejumlah media di Aceh Tenggara yang menuding asal jadinya pekerjaan proyek pengaspalan ruas Jalan Mbarung-Rembung Teldak, tak pelak pengawasan ketat pun diambil pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Aceh Tenggara.

Kendati, sebelum mencuat di pemberitaan, peneguran oleh Dinas ini terhadap rekanan pelaksana telah dilakukan yang menemukan sedikitnya ada lima titik jalan itu bergelombang, demikian dikatakam Kabid Bina Mqrga Jalan & Jembatan Dinas PUPR Kutacane, Bakri. ST, kepada Analis News.co.id, Jumat pagi (11/12/2020), dan kelima titik itu bahkan sudah pihaknya tandai agar segera diperbaiki oleh pihak rekanan pelaksana, yang dalam hal ini PT Karya Sebudi Berantas.

Seperti diketahui sambung Bakri, bahwa pekerjaan proyek ruas jalan ini, memang mengalami sedikit kendala cuaca ekstrem berupa tingginya curah hujan yang terjadi di sebulan terakhir, jadi wajar sqja, berbagai masalah pun tak bisa dihindari oleh pihak reakanan, yang penting kan niat untuk memperbaiki telah kita tekankan sebagai langkah pengawasan ketat dari pihaknya.

Memang harus diakui, satu-satunya kendala di pekerjaan proyek jalan umumnya disebabkan adalah karena turunnya hujan, jika dipaksakan bekerja, maka hasilnya akan mempenagruhi dari mutu dan kwaliras jalan itu sendiri, seperti bergelombangnya jalan tersebut, aspal yang retak, yang paling parah adalah amblasnya jalan tersebut.

“Jadi sebaiknya jika hujan turun kita sudah himbau pihak rekanan agar menghentikan sejenak aktivitas di lokasi proyek jalan itu, guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, termasuk juga secara resmi ini telah kita surati pihak Konsultan Pemgawas proyek tersebut,” tukas Bakri.

Di lain sisi, Supratman, Direktur PT Karya Sebudi Berantas, sekaitan persoalan ini kepada awak media mengatakan, bahwa ini jelas akibat keteledoran anggota karyawan yang bekerja di lapangan, padahal kita sudah ingatkan agar menghentikan pekerjaan jika situasi hujan deras turun, dan dalam kesempatan ini, saya sampaikan hal-hal itu tidak akan terjadi lagi.

“Saat ini dari lima titik gelombang jalan itu. empat diantaranya telah kita perbaiki, Insya Allah di sisa waktu pekerjaan proyek jalan Mbarung-Rembung Teldak ini akan selesai tepat waktu, bila perlu guna mensiasati hujan, saya beserta anggota karyawan di lapangan bersedia kerja lembur demi maksimalnya hasil pekerjaan proyek pengaspalan ini,” tandasmya.

Saat ini progres pekerjaan proyek jalan ini telah mencapai 65 persen, dari ruas panjang yang mencapai kurang lebih 8,4 Km, sesuai kontrak yang direncanakan, dan mudah-mudahan kritikan dari teman-teman media ini dapat kami jadikan motivasi dan semangat guna menuntaskan proyek jalan ini dengan semaksimal mungkin, pungkas Supratman. (rky)

  • Bagikan