Solidaritas Mahasiswa Untuk Bencana Alam di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

ANALISNEWS, SUMENEP – Duka bumi pertiwi yang diakibatka bencana non-alam pandemi Covid-19 hingga kini belum juga reda. Sudah setahun terkahir aktivitas masyarakat menjadi lumpuh, melalui kebijakan pembatasan-pembatasan yang dikeluarkan pemerintah untuk mencegah penyebaran.

Bumi pertiwi kembali berduka diawal tahun 2021 oleh jatuhnya maskapai pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Pontianak, yang mengakibatkan seluruh penumpangnya meninggal dunia. Duka belum juga surut gempa dengan kekuatan 5,8 mengguncang Sulawesi Barat mengakibatkan 88 orang kehilangan nyawa, ratusan lain nya luka dan masih banyak lagi yang harus tinggal di pengungsian. Disusul lagi bencana banjir yang hampir menenggelamkan Kalimantan Selatan.

Bacaan Lainnya

Kemanusian anak-anak bangsa sedang diuji oleh rentetan bencana itu, untuk tetap bergandeng tangan satu sama lain melewati masa-masa sulit. Kondisi itu pula yang membuat naluri kemanusiaan organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon KH. Hasyim Asyari Universitas Wiraraja tersentuh dan terpanggil untuk bersolidaritas, meskipun saat ini masih berada dalam situasi pandemi Covid-19. Hal itu tidak menyurutkan niat kemanusiaan meraka untuk bersolidaritas kepada saudara sebangsa dan setanah airnya yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana, dengan melakukan penggalangan dana di beberapa ruas jalan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud rasa kepedulian kami PMII Rayon KH. Hasyim Asyari terhadap sesama anak bangsa,” kata kordinator kegiatan Aji Santoso, Kamis 21 Januari 2021.

Sesuai rencana penggalangan dana untuk bencana alam Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, akan dilakukan selama tiga hari dan hari ini Kamis 21 Januari 2021 merupakan hari terkahir penggalangan dana. “Aksi penggalangan ini sudah kami lakukan selama tiga hari dan hari ini merupakan hari terakhir kami melakukan penggalangan,” tuturnya.

Hingga kini kata Aji, hasil penggalangan dana yang dilakukan selama tiga hari berhasil mengumpulkan dana kurang lebih sebesar Rp 6 juta. Selanjutnya dana yang terkumpul akan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Total dari dana yang terkumpul sekitar enam juta, dan akan segera kami distribusikan,” tutupnya. (Thofu)

Pos terkait