Micro Teaching Membentuk Kompetensi Mahasiswa Keguruan

  • Whatsapp

ANALISNEWS, OPINI –Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan manusia di mana setiap orang yang telah lahir akan mendapat pendidikan dari orang tuanya. Mendidik seorang anak sejak kecil adalah bagian dari pendidikan dini yang diberikan oleh keluarga yang lambat laun akan memperoleh pendidikan di institusi tertentu dan masyarakat.

Pendidikan adalah usaha sadar untuk memanusiakan manusia, di mana saat ini tugas seorang guru bukan hanya sebagai pengajar namun juga menjadi seorang pendidik. Seorang pendidik diharapkan mampu melaksanakan fungsi pendidikan dan dapat mencapai tujuan pendidikan.

Pendidik adalah seorang manusia yang dengan kesadarannya mampu mempengaruhi orang lain dengan tujuan transfer pengetahuan dan karakter.

Pembelajaran dengan memberikan pengetahuan yang tinggi tanpa dibarengi dengan karakter yang baik, maka akan menjadikan ilmu yang diperoleh kurang bermanfaat. Begitu juga sebaliknya, orang berkarakter tetapi tidak berilmu, maka sama saja kebermanfaatanya kurang maksimal. Sehingga perlu adanya keseimbangan antara keduanya.

Guru sebagai tenaga profesional bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, melakukan pene-litian, membantu pengembangan dan pengelolaan program sekolah, serta mengembangkan profesionalitasnya (Depdik-nas, 2004).

Oleh karena itu, fungsi guru adalah sebagai pen-didik, pengajar, pembimbing, pelatih, pengembang program, pengelola program, dan tenaga profesional. Tugas dan fungsi guru tersebut menggambarkan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yang profesional.

Pernbimbingan calon guru dalam pengajaran mikro hams diarahkan pada pembentukan kompetensi guru sebagai agen pembelajaran sebagaimana termuat dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada Bab IV pasal 10 dan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada Bab VI pasal 3. Kompetensi tersebut meliputi: (1) kompetensi pedagogik, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompetensi profesional, dan (4) kompetensi sosial. Agar dapat menguasai sejumlah kompe­tensi yang diharapkan tersebut, para guru harus mendapatkan bekal yang memadai, baik melalui preservice maupun inservice training. 

Salah satu bentuk preservice training bagi guru tersebut adalah melalui pembentukan kemampuan mengajar (teaching skill) baik secara teoretis maupun praktis. Secara praktis, bekal kemampuan mengajar dapat dilatihkan melalui kegiatan pen­gajaran mikro.

Pengajaran mikro merupakan pelatihan tahap awal dalam pembentukan kompetensi mengajar melalui pengaktualisasian kompetensi dasar mengajar mahasiswa keguruan. Pada dasarnya pengajaran mikro merupakan suatu metode pembelajaran atas dasar performa yang dilaksanakan dengan teknik melatihkan komponen-komponen kompetensi dasar mengajar dalam proses pembelajaran sehingga calon guru benar-benar mampu menguasai setiap komponen satu persatu atau beberapa komponen secara ter-padu dalam situasi pembelajaran yang disederhanakan.

Sehingga dapat membentuk peran pendidik dalam menjadikan peserta didik yang berwawasan luas dan berkarakter sangat penting. Sehingga kualitas pendidik sangat diperhatikan demi terciptanya peserta didik yang diharapkan. Ada beberapa syarat agar sesorang bisa dikatakan pendidik.

Noeng Muhadjir menyebutkan sebagaimana dikutip oleh Siswoyo (2013: 117), bahwa prasyarat seseorang bisa sebagai pendidik apabila seseorang tersebut: (1) memiliki pengetahuan lebih, (2) mengimplisitkan nilai dalam pengetahuan itu dan (3) bersedia menularkan pengetahuan beserta nilainya kepada orang lain.

Dalam pengajaran mikro, mahasiswa dapat berlatih un-juk kompetensi dasar mengajar secara terbatas dan terpadu, dengan kompetensi, materi, peserta didik, maupun waktu yang dibatasi. Pengajaran mikro juga sebagai sarana latihan untuk tampil berani menghadapi kelas, mengendalikan emosi, men-gatur ritme pembicaraan, dan Iain-lain. Praktik mengajar mikro dilakukan sampai mahasiswa yang bersangkutan menguasai kompetensi secara memadai sebagai prasyarat untuk mengikui PPL di sekolah.

Terakhir

Secara umum pembelajaran micro teaching, dalam kegiatan ini bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan kompetensi dasar mengajar sebagai bekal praktik mengajar di sekolah dalam PPL. Secara khusus, tujuan pengajaran micro teaching dari berbagai literatur yang say abaca sebagai berikut.

Mahasiswa keguruan dapat membentuk  dan  meningkatkan  kompetensi pedagogiek
dan kompetensi konseling, membentuk dan meningkatkan kompetensi profesional se­
cara utuh dan terpad, membentuk kompetensi kepribadian islami atau selaras dengan sikap budi pekerti, membentuk kompetensi sosial, dan membentuk kompetensi teknologi yang amat dituntut diera global saat ini. (Nursaiti, Mahasiswa Prodi PPKn UNP)

Pos terkait