Baru Dua Bulan Di Perbaiki, Tambal Sulam Jalan Provinsi Di Kramat-Balamoah Kembali Rusak.

  • Whatsapp

ANALIS, TEGAL – Pekerjaan pemeliharaan jalan (tambal sulam) yang dilakukan oleh dinas terkait beberapa waktu lalu, yang berada di tiga Kecamatan yaitu Tarub, Kramat,dan Pangkah, di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah terkesan asal-asalan dan mengancam para pengguna jalan.

Perkerjaan yang terkesan asal jadi tersebut dikeluhkan Gito warga Desa Jaribogor yang sering melintasi jalan tersebut, menurutnya pekerjaan pemeliharaan tambal sulam jalan yng dilakukan beberapa waktu lalu dikerjakan tersebut sangat terlihat asal-asalan karena sudah rusak kembali.

” jalan yang berlubang diduga hanya ditabur dengan batu seplit, penyiraman aspalpun mungkin asal nyiram jadi tidak merata, selain itu saya malah menilai pemadatannya hanya sebagai pantas-pantas saja biar terkesan rata jika dilihat, masak baru seumur dua bulanan di tambal sudah parah lagi, kasihan pengguna jalan, kalau ada kecelakaan siapa yang bertanggung jawab,” ujar Gito, Senin (19/4/2021).

Dalam pantauan analisnews di beberapa titik lokasi yang dulu pernah di lakukan tambal sulam oleh dinas terkait, terlihat lubang yang baru sekitar 2 bulan di tambal, terlihat rusak dan di genangi air.

Selain Gito, Sugiri warga Kedokansayang Kecamatan Tarub juga menyayangkan, dan dirinya mengatakan batu seplit yang dibuat menimbun jalan yang berlubang tersebut sudah banyak bertaburan akibat air hujan, ditambah banyak kendaraan yang melintas.

” Seharusnya sesudah dilakukan penimbunan dengan batu seplit harus dipadati dan disiram aspal, sehingga batu seplitnya tidak bertaburan sebelum dilakukan pengaspalan. Kalau pekerjaannya tidak dilakukan sesuai teknisnya, maka saya yakin pekerjaan itu tidak akan bertahan lama,ya contohnya bisa dilihat sendiri mas,” ungkap Ahmad.

Masih diungkapkan, Kami selaku warga berharap dalam pengerjaannya agar dapat mengutamakan kualitas. Jalan provinsi ini adalah jalan penghubung beberapa Kecamatan dan ke jalan Pantura yang selalu ramai dilewati para pengendara. Oleh sebab itu, jangan sampai pembangunan ini hanya bisa bertahan sebentar saja. Kami berharap ada pengawasan dari dinas terkait dari provinsi yang menangani, sehingga pelaksanaan pekerjaan yang sedang dikerjakan tersebut tidak hanya sekedar asal jadi” ungkapnya.

Meskipun sudah adanya aturan dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. Dimana dalam isi UU tersebut mengatakan penyelenggara jalan wajib membetulkan jalan rusak serta memberikan tanda atau rambu untuk mencegah kecelakaan. Selain itu juga diatur, warga dapat menggugat apabila mengalami kecelakaan akibat jalan rusak.

Dalam Undang-Undang Lalu Lintas juga mencatat bahwa penyelenggara yang tidak segera memperbaiki jalan sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dapat terkena sanksi.

Maka dari itu, warga yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak, bisa langsung melakukan gugatan ke Instansi atau Dinas terkait, dan bagi korban yang mengalami luka ringan, sanksi berupa pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp12 juta. Apabila korban mendapatkan luka berat, ada hukuman pidana maksimal satu tahun atau denda paling banyak Rp24 juta, bila sampai mengakibatkan meninggal dunia, pidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp120 juta. (GN)