Organisasi Pemuda Katolik Kapuas Hulu Menggelar Mapenta dan Muskomcab

  • Whatsapp
Acara dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Ketua Komisi V DPR-RI, LASARUS bersama istri, anggota DPRD Kapuas Hulu, WKRI, TBBR, dan PMKRI Calon Cabang Kapuas Hulu. Sabtu, (17/4). 

ANALISNEWS, KAPUAS HULU – Organisasi Pemuda Katolik Kapuas Hulu menggelar Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) dan Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) dengan mengangkat tema “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkan jalamu untuk menangkap ikan (Lukas 5:4)”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Misi Deo Soli, Lintas Timur, Desa Malapi dengan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Ketua Komisi V DPR-RI, LASARUS bersama istri, anggota DPRD Kapuas Hulu, WKRI, TBBR, dan PMKRI Calon Cabang Kapuas Hulu. Sabtu, (17/4).

Ketua Pemuda Katolik Kapuas Hulu periode 2017-2020, Antonius Thambun dalam sambutannya mengatakan bahwa, tema dalam kegiatan ini mau menegaskan kepada seluruh kader Pemuda Katolik di Kapuas Hulu untuk berani keluar dari zona nyaman, dan berani bertindak serta berpikir besar dalam hidup menggereja maupun dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Dia menjelaskan, selama kepengurusannya, banyak hal yang dirintis seperti saat ini Pemuda Katolik Kapuas Hulu telah memiliki sekretariat permanen.

“Untuk kaderisasi, kami telah membentuk kepengurusan di tingkatan kecamatan dan telah terbentuk 17 Komisariat Cabang dengan berbagai kegiatan seperti bakti sosial dan sebagainya. Harapannya ke depan PK Kapuas Hulu lebih baik dari periode sebelumnya,” ucapnya.

Selanjutnya, Ketua Pemuda Katolik Komda Kalimantan Barat Maskendari yang turut hadir pada kesempatan ini menyampaikan dan mengapresiasi Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan yang turut hadir memberi semangat kepada kader-kader Pemuda Katolik.

Hal ini menurut Maskendari adalah suatu hal yang sangat bagus dalam gerak langkah organisasi.

“Bupati Kapuas Hulu juga kader Pemuda Katolik, bukan karena jabatannya selaku bupati hadir kesini, tapi lebih dari itu adalah tanggung jawab moralnya sebagai kader Pemuda Katolik, juga karena organisasi Pemuda Katolik adalah rumah besarnya orang muda Katolik,” tegas Maskendari.

Senada dengan Maskendari, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus yang hadir pada kesempatan yang sama juga turut memberikan dorongan dan semangat bagi Pemuda Katolik untuk bisa bergerak lebih maju.

Lasarus menilai, slogan gerakan moral hidup berbangsa dan bernegara yang diungkapkan oleh Mgr Soegijapranata adalah hal yang harus melekat dalam diri Pemuda Katolik.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa dirinya bisa menjadi contoh bagi kader Katolik yang lain khusus di Kapuas Hulu untuk berproses lebih dan mampu mengambil langkah besar, seperti dalam sikap dan langkah politik ke depan.

“Saya bisa menjadi contoh untuk dijalan politik, karena saya memiliki latar belakang keluarga yang tidak mampu menyokong saya untuk berdiri sampai sekarang. Rahasianya adalah selalu mengandalkan Tuhan.” ujarnya.

Selain itu, Lasarus berpesan agar Pemuda Katolik di Kapuas Hulu terus mengambil bagian di masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah karena persaingan dunia ini sangat cepat.

Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas akan terus mendorong anak-anak muda dan organisasi kepemudaan (OKP) untuk berkembang dan dapat berkolaborasi dengan pemerintah seperti Pemuda Katolik.

“Atas nama Pemerintah, saya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini, karena dengan kegiatan adalah tonggak awal bagi tumbuh kembangnya kaderisasi Pemuda Katolik di Kapuas Hulu. Hal ini adalah gerak positif mengingat kaderisasi di Kapuas Hulu sangat minim,” ujarnya.

Menurutnya, Kaderisasi tidak hanya melulu pada konteks politik, tetapi juga semua aspek kehidupan bermasyarakat, seperti mengambil bagian dalam liturgis di gereja, pendamping anak-anak, bidang ekonomi kreatif, budaya dan sebagainya.

“Kedepan kita harapkan kader-kader Pemuda Katolik adalah pemimpin dan lokomotif kemajuan pemuda bersama seluruh elemen masyarakat,” tuturnya.

Bupati Diaan menilai, perjuangan dan pergerakan Pemuda Katolik akan bernilai positif dan berkualitas, manakala kadernya memiliki semangat belajar yang konsisten.

“Perjuangan dan pergerakan Pemuda Katolik akan bernilai positif dan berkualitas jika kadernya memiliki semangat belajar yang tinggi dan terus menempa diri dalam aspek ilmu pengetahuan baik di internal maupun eksternal,” tutupnya. (Rls/Hum Setda/Bayu)

Pos terkait