Pelantikan Pengurus BP4 Kota Pekalongan

  • Whatsapp

ANALISNEWS, PEKALONGAN – Pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Pekalongan, pengurus BP4 kecamatan, dan Pokja BP4 kelurahan se-Kota Pekalongan periode 2020-2025 dikukuhkan oleh Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE di Ruang Amarta Setda, Kamis (8/4/2021).

Aaf, panggilan akrab Walikota menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikan kepengurusan BP4 baru. Menurutnya, BP4 memegang peran strategis dalam upaya menekan angka perceraian khususnya di Kota Pekalongan.

Aaf juga berpesan agar BP4 lebih memasifkan bimbingan pra maupun pasca menikah khususnya bagi generasi muda. Karena angka perceraian di masa pandemi mengalami tren peningkatan disebabkan oleh beberapa faktor seperti ekonomi, ketidakcocokan antar pasangan maupun pernikahan dini.  
               
“Dimasa pandemi, secara nasional memang angka perceraian meningkat. Sehingga, apabila tidak ada langkah antisipasi dan perkuat peran BP4 akan berdampak pada meningkatnya angka perceraian di Kota Pekalongan. Saya berpesan, usai pelatikan para pengurus dapat bergerak nyata untuk melakukan survei di Kota Pekalongan faktor apa yang menyebabkan perceraian. Sehingga, ke depan bisa dijadikan acuan bagi BP4 untuk melakukan penyuluhan pra nikah,” ungkap Walikota Aaf.

Ia juga berharap, BP4 bisa saling bersinergi dengan pemerintah daerah khususnya Kantor Kemenag setempat dan Pengadilan Agama Kota Pekalongan. “Tentu upaya yang dilakukan harus bersamaan dengan sinergitas dan komunikasi antara pengurus BP4 baru dengan pemerintah,” katanya.

Ditambahkan Ketua BP4 Kota Pekalongan, Drs. H. Achmad Suyuti menjelaskan bahwa salah satu program prioritas BP4 yakni menyelenggarakan pendidikan khusus pra nikah. Sehingga, ke depan program tersebut tidak hanya menyasar para calon pengantin, namun juga akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan Madrasah se-Kota Pekalongan.

“Pendidikan pra nikah ini penting diketahui bagi calon pengantin dan generasi muda saat ini. Sehingga diharapkan generasi muda memiliki pengetahuan tentang sebuah tanggung jawab dalam sebuah keluarga, baik sebagai anak, ayah maupun ibu kelak. Jika beberapa hal itu terwujud, maka kita optimis dapat menekan angka perceraian,” pungkasnya. (*)

Pos terkait