Pembelajaran Dampak Seroja, Optimalisasi Peran Forum PRB Kewilayahan

  • Whatsapp

Analisnews, NTT – Siklon tropis Seroja yang terjadi pada pertengahan April 2021 lalu berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda. Siklon tersebut memicu terjadinya cuaca ekstrem hingga mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di banyak titik di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Lembata dan Alor.

Menyikapi dampak massif bencana hidrometeorologi ini, Kedeputian Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak berbagai pihak untuk memetik pelajaran NTT tersebut. Pada diskusi bersama dengan kepala pelaksana BPBD seluruh Indonesia yang digelar hari ini, Senin (19/4), BNPB merefleksikan upaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Dalam pembukaannya Direktur Peringatan Dini BNPB Afrial Rosya menyampaikan bencana hidrometeorologi di Indonesia akan terus terjadi, maka kesiapsiagaan menjadi bagian utama dari upaya-upaya mengurangi dampak risiko terhadap masyarakat.

Dari hasil diskusi yang dilakukan secara virtual, para peserta berharap ada upaya pemberdayaan forum pengurangan risiko bencana (PRB) di wilayah. Peran forum ini perlu ditingkatkan tidak hanya pada saat tanggap bencana tetapi juga saat pencegahan. Forum PRB ini dapat didukung dari perwakilan pemerintah, pakar/akademisi, praktisi, organisasi masyarakat, lembaga usaha maupun media massa.

Melalui komponen dengan berbagai latar belakang ini, upaya bersama di kawasan kabupaten dan kota, bahkan provinsi, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dapat dilakukan sejak dini.

Fungsi koordinasi multipihak harus dilakukan dan masyarakat tingkat desa dapat melakukan upaya pencegahan dini, seperti susur atau patroli sungai. Dekan Sekolah Vokasi UGM Agus Maryono menyampaikan bahwa mengajak warga setempat untuk susur sungai dapat meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan menjaga kebersihan sungai. Ini dilakukan sepanjang sungai dengan memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan tinggi sepanjang alur sungai ke arah hulu.

Menurutnya, sungai selain punya potensi bahaya, juga memiliki potensi pariwisata apabila dikelola dengan baik. Potensi pariwisata, misalnya dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar sungai.

 

Pos terkait