Permintaan Telur Asin ABH Meningkat di Bulan Ramadhan

  • Whatsapp
Produk 'Telasin Pa' ini dikelola dan dijalankan oleh Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Balai Anak Paramita di Mataram ini memiliki keunikan tersendiri yaitu telur asin yang diolah dengan cara dikukus dan diolah dengan cara dioven.

ANALISNEWS, MATARAM – Kamis, 22 April 2021, Kementerian Sosial melalui Balai Anak Paramita di Mataram berhasil menciptakan ‘Telasin Pa’, Telur Asin Paramita yang selalu tersedia di Sentra Kreasi Anak (SKA) Paramita.

Produk ‘Telasin Pa’ ini dikelola dan dijalankan oleh Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Balai Anak Paramita di Mataram ini memiliki keunikan tersendiri yaitu telur asin yang diolah dengan cara dikukus dan diolah dengan cara dioven.

Peningkatan permintaan telur asin telah mencapai 100% dari yang awalnya hanya 15 box per hari, di bulan ramadhan ini menjadi 30 box per hari bahkan lebih. Hal tersebut menjadi stimulus positif bagi Penerima Manfaat untuk lebih giat lagi memproduksi telur asin lebih banyak lagi guna memenuhi permintaan pasar yang cukup besar.

Yahya instruktur ‘Telasin Pa’ mengatakan, “saya dari dulu punya keinginan agar Balai Anak Paramita menjadi salah satu pusat oleh-oleh yang ada di Lombok. Saya ingin produk ‘Telasin Pa’ ini laku keras di pasaran, dan saya bersyukur permintaan telur asin Paramita ini banyak peminatnya.”

Kepala Balai Anak Paramita, I Ketut Supena mengungkapkan “saya selalu percaya bahwa setiap orang multitalenta, yang bisa kita temukenali dan kita kembangkan, mudah-mudahan anak-anak kami tekun dalam mengikuti arahan-arahan instruktur dan nantinya setelah mereka selesai mengikuti rehabilitasi sosial mereka memiliki referensi untuk mengembangkan keterampilannya di masyarakat.”

Putra, salah seorang penerima manfaat Balai Anak Paramita mengatakan, “Saya senang karena mendapatkan ilmu dan pengalaman sehingga dari awalnya yang tidak tahu menjadi tahu. Ke depannya saya ingin buka usaha telur asin sendiri, dan saya ingin sukses dan tidak lagi menjadi beban keluarga dengan perilaku saya yang tidak baik selama ini.” (Den Ardani Penyuluh Kemensos)

Pos terkait