HIKAMSAI Dukung Rencana Perda Adat Istiadat Lampung

  • Whatsapp

ANALISNEWS LAMPUNG- Himpunan Keluarga Besar Mahasiswa Sungkai (HIKAMSAI) sebagai salah satu elemen masyarakat di Lampung Utara khususnya kepemudaan di Marga Sungkai Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara, gelar rapat bertempat di sekretariat 2 HIKAMSAI di jalan stasiun Negara Ratu, Selasa, 11-MEI-2021

HIKAMSAI menyambut baik wacana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) kabupaten Lampung Utara tentang Adat Istiadat Budaya Lampung yang sempat di sampaikan dalam pertemuan Empat marga dan satu Sumbai di rumah dinas Ketua DPRD Lampung Utara Senin 10 Mei 2021 kemarin.

Menurut Ketua Umum HIKAMSAI Ivan Framana dalam pertemuan tersebut di sebutkan perwakilan masyarakat dari empat Marga yakni Marga Nunyai, Marga Kunang, Marga Beliuk, dan Marga Selagai, serta satu Sumbai Bunga Mayang dengan keperihatinan bahwa telah lunturnya nilai-nilai Adat Istiadat, baik etika dan estetika, Sengketa Hak Ulayat menjadi Hak Guna Usaha (HGU), perubahan mana Desa menjadi tiyuh/kampung dan permasalahan Hukum Adat lainya.

Ivan yang juga Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung ini bersama kepengurusanya langsung menyambut baik recana pembentukan Perda adat istiadat tersebut dengan harapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Bupati mengajak seluruh elemen di Lampung Utara membahas permasalahan tersebut, seperti melibatkan Lembaga Adat Gunom Ragom Marga Sungkai Bunga Mayang, Forum Muda Mudi Sungkai ( FODISAI) Tokoh-tokoh Adat, Akademisi dan seluruh elemen di Lampung Utara khususnya Marga Nunyai, Marga Kunang, Marga Beliuk, dan Marga Selagai, serta Sumbai Bunga Mayang.

Ivan menambahkan apalagi tanah ulayat adat dan tanah-tanah rakyat yang belum tergarap diambil alih pemerintah menjadi tanah negara. Tanah-tanah rakyat yang tadinya dimaksudkan sebagai tanah cadangan guna mengantisipasi perkembangan penduduk di masa depan itu, atas nama pembangunan diambil alih, lalu hak guna usaha (HGU) atau Hutan Tanaman Industri ( HPHTI ) diberikan kepada perusahaan-perusahaan, sehingga masrakat Adat kehilangan tempat bercocok tanam karena habisnya Tanah Ulayat seperti beberapa kasus di Sungkai Bunga Mayang.

Mahasiswa Sungkai juga berharap pelestarian budaya Lampung juga menjadi fokus dalam perda tersebut seperti pembelajaran muatan lokal bahasa lampung, pembelajaran notasi musik Kulintang, pembinaan seni bela diri asli Lampung Utara, pelestarian budaya cangget Lebaran sebagai even tahunan dan pembangunan Rumah Adat (Sesat) di tiap Tiyuh Adat dapat di bahas dalam Perda tersebut.