Terminal Bus Malalayang Manado Sepi

  • Whatsapp

 

Analis News Manado Sulawesi Utara , Suasana keberangkatan bus terakhir tujuan Gorontalo dari Terminal Malalayang Manado, Rabu (5/5/2021). Foto: iswan buka/MPID
Harapan meningkatkan pendapatan di saat momen Idul Fitri tahun ini kembali buyar. Seperti tahun lalu karena pandemi Covid-19, perbatasan antar provinsi kembali ditutup. Sejumlah sopir bus di Terminal Malalayang, Kota Manado, kecewa dengan kebijakan larangan mudik lebaran 2021.

“Kebijakan seperti itu berdampak bukan hanya perusahaan tapi kami juga sopir,” kata Raman Kiay, pengelola PO Rajawali bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan Manado-Gorontalo, saat ditemui di Terminal Malalayang, Manado, Rabu (5/5) pagi

Jika Anda menemukan papiloma seperti ini, berhati-hatilah!

Raman menerangkan tahun lalu saat pemberlakuan yang sama, pendapatannya menurun drastis hingga 60 persen. Kali ini, bisa lebih dari itu karena lebih awal tutup operasional. Sembari berharap kebijakan pemerintah dapat memberikan relaksasi terhadap transportasi bus. Dengan tidak menutup akses transportasi secara total.

“Tahun lalu kita tetap diperbolehkan jalan dengan protokol ketat, bahkan kapasitas penumpang harus dikurangi misal kapasitas 30 diisi 15-20. Kalau ditutup semua susah,” keluh warga Moodu Gorontalo.

Keluhan serupa juga disampaikan Johni (52), sopir bus AKAP. Dia mengaku hanya bisa pasrah mengikuti kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah. “Kalau saya hanya bisa mengikuti kebijakan saja,” ujarnya.

Meskipun demikian, Johni mengaku kecewa dengan kebijakan pelarangan mudik karena bakal menurunkan pendapatan dirinya dan sejumlah rekan-rekan yang memang mencari nafkah di jalan tersebut.

“Kecewa pasti. Tapi, apa boleh buat. Kita harus patuhi,” ungkapnya. Untuk mengantisipasi pendapatan harian, Johni pusing untuk mencari penghasilan lain. “Untung istri punya usaha kecil-kecilan di rumah,” katanya.

Bukan hanya di Manado, keluhan serupa atas kebijakan larangan mudik pun dialami sopir dan pengusaha transportasi di provinsi tetangga, Gorontalo. Di Gorontalo ada 460 sopir terdiri dari AKAP 188 orang dan 272 PO dan mobil rental, yang kena dampak tersebut.

Beruntung, Pemerintah Provinsi Gorontalo langsung mengantisipasi hal tersebut dengan memberikan bantuan berupa sembako. “Kita sebagai masyarakat merasa sangat terbantu dan patut kiranya memberikan ucapan terima kasih kepada pak gubernur. Namun yang paling penting perlu kita sadari bahwa, bagaimana kita membantu pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid ini,” ucap Fandi Ponto sopir sekaligus operator bus AKAP, usai menerima bantuan, Selasa (4/5/2021).Red (Widodo esha)