Permasalahan Terkait Ratusan Hektar Lahan, Ini Jawaban PT MSAM Kotabaru

  • Whatsapp
General Manager PT MSAM Adam Silvanus menyampaikan, keberadaan PT MSAM di PT Eks BRI ini kita proleh dari hasil lelang, yang mana didalam proses lelang tersebut dilakukan yang ada nama-namanya sesuai risalah lelang.

ANALISNEWS, KOTABARU – 2 Desa keluhkan permasalahan di Pulau Laut terkait lahan ini jawaban PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) Kotabaru, Selasa (08/06/21).

General Manager PT MSAM Adam Silvanus menyampaikan, keberadaan PT MSAM di PT Eks BRI ini kita proleh dari hasil lelang, yang mana didalam proses lelang tersebut dilakukan yang ada nama-namanya sesuai risalah lelang.

“Dengan dilampiri berita acara lelang di areal yang dikelola oleh Eks PT Bumi Raya Investindo (BRI) ini masuk dalam wilayah dua Desa yaitu : Desa Tanjung Pelayar dan Desa Tanjung Sungkai yang termasuk dalam objek lelang,” terang Adam.

Adam menambahkan, dua Desa yang sudah masuk dalam objek kawasan lelang bisa dipertanyakan langsung kepada yang bersangkutan kepada masyarakat Desa Tanjung Pelayar, Desa Tanjung Sungkai dan masyarakat Pulau laut barat, Pulau laut Tanjung Selayar, serta Pulau laut Selatan.

“Masyarakat yang ada di dua dan sekitarnya jangan kwatir, karena PT MSAM datang ke sini untuk membukakan kembali plasma untuk masyarakat yang sudah dalam proses,” paparnya.

PT MSAM, nanti akan mendiskusikan secara bertahap kemasing-masing desa untuk melakukan sosialisasi, dan tidak mungkin dihadiri oleh orang banyak. untuk itu kawan-kawan yang belum bisa hadir dapat penjelasan lebih detail, dan sapa saja yang termasuk lelang nanti.

“Dan siapa sih yang belum termasuk dalam plasma nanti kita bukakan bagi yang terdampak lelang, dalam tanda petik bahasa kita lah seperti itu. bagi mereka yang akan kita bukakan plasma adalah mereka yang betul-betul memiliki hak keplasmaan sebelumnya Eks PT Bumi Raya Investindo (BRI) yang di buktikan dengan dokumen-dokumen yang lengkap dan di periksa secara bertahap melalui proses kelarifikasi.” jelasnya.

Kemudian kita juga minta bantuan untuk mengetahui dan trifikasi yang dibuat oleh pemerintah desa, untuk siapa yang berhak untuk mendapatkan plasma. berikutnya bagi pemilik plasma yang berlegalitas yang akan menjadi petani plasma legalitasnya akan di SK kan Bupati, kemudian nantinya ditetapkan oleh Bupati Kotabaru menjadi petani plasma.

“Bagi petani plasma yang memiliki lahan kita akan cek sertifikat hak milik (SHM), untuk itu ada dua legalitas sebagai petani plasma dan legalitas atas kepemilikan lahan plasmanya. dua legalitas tersebut kemudian membikin plasmanya semakin jelas keberadaan lahan plasmanya, terutama di empat (4) Kecamatan.” katanya.

Adam meminta warga tidak perlu lagi ikut-ikutan atau tidak perlu terpengaruh oleh beberapa oknum atau orang yang memberikan masukan atau saran yang tidak jelas, maka dari itu kalau memang harus diskusi ya datang aja ke kantor PT MSAM untuk mendiskusikan bersama-sama, terutama yang mereka yang punya hak untuk kita diskusikan.

“Mari kita bersama-sama di sini dengan terbuka atau sebaliknya kami diundang ke kampung untuk saling diskusi jadi kita bisa lebih baik dan jelas dari pada kita dapat importasi dari orang yang tidak jelas.” tutupnya. (zn)