PIHAK PU SULSEL DIBUAT DIAM TAK BERKUTIP OLEH PEMUDA BONE

  • Bagikan

 

LAP (Laskar Arung Palakka) menggelar demonstrasi didepan dinas pekerja umum provinsi sulawesi selatan 7/6/21

Demonstrasi tersebut dihadiri 50 partisipan yang tergabung dalam gerakannya, pada aksi tersebut organisasi kepemudaan LAP meminta pihak dinas PU untuk menjelaskan kerancuan proyek provinsi yang sudah bertahun tahun dikerjakan di kabupaten bone akan tetapi sampai sekarang perihal tersebut belum juga rampung

Demonstrasi berlangsung selama 3 jam sampai akhirnya pihak PU siap untuk audiens bersama perwakilan massa aksi

Dalam audiens tersebut Andi Muhammad Akbar S,Pd. Selaku jendral lapangan meminta pihak atau perwakilan PU yang menghadiri audiens tersebut diantaranya KABID Sumber Daya Air (Abid) dan KABID PPTK (Beuty) untuk memberikan penjelasan mengenai ambruknya proyek irigasi

Proyek tersebut sudah dikerjakan dan dianggarkan selama 5 tahun , 2015 Anggaran Rp.11.136.322.000 oleh PT.Purnama Karya Nugraha, 2016 Anggaran Rp.15.998.653.000 oleh PT.Putra Kanstisang, 2018 Anggaran Rp.8.827.756.629.000 oleh PT.Bersama Bangunan Indonesia Manadiri, 2019 Anggaran Rp.13.511.006.658 oleh PT.Bersama Bangun Indonesia Mandiri, 2020 Anggaran Rp.14.483.272.728 oleh PT.Mitra Bahagia Utama

KABID PPTK (ABID) dalam penjelasannya mengatakan bahwa perihal tersebut sudah diketahui oleh pihaknya dan sudah memerintahkan agar pihak pengerja proyek untuk memperbaikinya dan sudah mendapat laporan bahwasanya sudah diperbaiki

A.akbar kembali mempertanyakan perihal kerusakan yang terjadi dan pengerjaan proyek yang seakan akan tidak fokus pada nilai guna dan ketahanan

 

”(sambil memperlihatkan gambar) bagaimana caranya tidak rusak dan ambruk kalau pengerjaannya seperti ini, batu disusun saja tanpa adanya semen serta pasir yang digunakan juga berlumpur, jelaskanki pak kenapa seperti itu dan kapan diperbaiki” tambah A.akbar sapaan akrabnya

Tidak mendapat respon dan jawaban dari pertanyaannya , ia pun kembali bertanya kepada pihak PU yang ada didalam ruang audiens perihal RAB proyek yang dikerjakan

”tolong jelaskan RAB dari proyek yang dijalankan ?, berapa ukuran besi seharusnya pada RAB dan berapa ukuran sebenarnya yang digunakan dilapangan? Apa itu sesuai? ”

Pihak PU yang berada pada lokasi bahkan KABID PPTK tidak mampu menjelaskan atau menjawab pertanyaannya , mereka hanya dapat geleng geleng kepala dan baku liat sesama pihak PU

sampai akhirnya pihak LAP memutuskan untuk keluar dan menyayangkan perihal pihak PU yang tidak mengetahui mengenai proyek yang dijalankannya

Terakhir jendral lapangan mengatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam sampai disini saja dan akan mengadukan perihal tersebut ke KPK dan MABESPOLRI karena proyek tersebut terindikasi korupsi.

Merasa belum menemui titik terang pada dinas PU, massa aksi kemudian menggelar demonstarsi didepan kantor gubernur SULSEL untuk melaporkan proyek yang sudah menelan banyak biaya akan tetapi belum juga rampung serta mengadukan pihak PU yang tidak serius dalam mengawal proyek provinsi

Tidak berlangsung lama massa aksi kemudian ditemui oleh Kabid LPSE Asrul selaku perwakilan Gubernur SULSEL untuk mendengarkan serta menerima aspirasi dari demonstran.

  • Bagikan