Bisnis Rajutan Warga Kaliwinasuh Banjarnegara, Pernah Sampai Australia

  • Bagikan

BANJARNEGARA, analisnews.co.id – Menekuni suatu bisnis dari awal, ternyata tidak harus mempunyai modal yang sangat besar. Dari suatu hobipun kalau ditekuni ternyata bisa menjadi sebuah bisnis. Hal tersebut ditunjukan oleh seorang ibu rumah tangga di Desa Kaliwinasuh Kecamatan Purwareja Klampok Banjarnegara Jawa Tengah bernama Sugiyanti.

Keinginan Sugiyanti untuk menekuni bisnis rajut muncul tiga tahun lalu, dengan bekal ketekunan yang selama ini dia milki, dia berusaha mengembangkan hobi merajutnya menjadi sesuatu yang menghasilkan uang, tanpa harus bekerja di sebuah perkantoran.

Selain itu dari merajut, Sugiyanti ternyata juga mempunyai keinginan untuk mengajak perempuan lain, khususnya para tetangganya untuk diajari bagaimana cara membuat rajutan, agar bisa ikut bekerja dan mendapat tambahan penghasilan.

” Dulu usaha saya ini berawal dari sebuah hobi dan untuk mengisi waktu senggang, lama kelamaan saya mencoba memasarkan sendiri lewat online, dan ternyata ada peminatnya, kemudian saya akhirnya menekuninya sampai sekarang, kalau dari awal sudah sekitar tiga tahunan,” kata Sugiyanti kepada awak media saat ditemui dirumahnya, Rabu (15/09/2021).

Setelah itu dirinya mempunyai inisiatif membuat produk kerajinan dari rajutan dengan beberapa model. Nama usahanyapun diberi nama Ragiel Crocet dan nama kelompok Klaster Rajut Banjarnegara (KLARRA).

Pemasaran selama ini baru sebatas lewat Medsos seperti Facebook, Instagram saja. Saat ini produk kreasi rajut yang dihasilkan sudah ada beberapa model, seperti sarung bantal, vas bunga, taplak meja, penutup kulkas hingga payung. Saat analisnews datang kerumahnya, terlihat hasil karyapun rajutannya terpampang di almari kacanya.

” Untuk bahan kita memakai benang jenis nilon dan polister, kalau nilon biasanya kalau ada orang pesan baru saya buatkan, yang penting cocok harganya, dan kalau masalah bahan bakunya itu kita ambil dari luar kota yaitu Madiun, karena kalau beli banyak murah dibandingkan beli lokal,” jelasnya.

Biasanya Sugiyanti mematok harga rajutannya kisaran dari harga Rp 150 ribu hingga jutaan, tergantung dari pemesan dan tingkat kesulitannya.

” Seperti vas bunga, tas kecil seperti ini kita jual dengan harga Rp 150 ribu, taplak meja sekitar Rp 300 ribu, tas yang besar dan payung seperti ini nyampe Rp 700 ribu,tergantung tingkat kesulitan pembuatannya dan bahannya,” ungkap Sugiyanti.

Dalam seminggu, Sugiyanti biasanya sebelum pandemi covid 19 dirinya bisa membuat 3 sampai 5 rajutan, namun karena adanya pandemi selama ini, langsung mengalami turun drastis hingga 50 persen.

“Untuk pesanan, kami selalu mengusahakan menyelesaikannya dalam satu minggu, itu kalau mudah bentuknya. Selain itu juga membuat produk untuk persediaan, setelah adanya pendemi covid 19 ini, dibilang mengalami penurunan ya pasti malah mencapai 50 persen,” kata Sugiyanti.

Biasanya sebelum pandemi Sugiyanti mampu meraup omzet jutaan dari usaha rajutannya. Namun setelah adanya pandemi, penjualan produk pun menurun.Namun Sugiyanti tidak menyerah tetap melakukan pemasaran sebisanya.

” Saat ini jujur saja, terkendala di pemasaran, karena saya sendiri gaptek kadang anak yang saya suruh masarkan lewat medsos, pengennya dari Pemerintah bisa ikut memasarkan usaha rajutan saya dan teman-teman se Banjarnegara, karena tidak hanya saya saja, dan untuk saat ini saya juga merangkap sebagai Ketua Usaha Rajut Banjarnegara,” tambahnya.

Sekarang ini penjualan produknya menurun drastis. Pesanan hanya beberapa saja dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sedangkan dirinya hanya mengerjakan seorang diri saja dirumah.

Beberapa waktu lalu dia memang mendapat Bantuan UMKM sebesar Rp 12 juta dari Pemerintah untuk membantu modal usahanya melalui dan ternyata rajutan Sugiyanti sudah pernah laku sampai negeri kanguru Australia.

” Dari bantuan tersebut saya belikan semua ke bahan baku yaitu benang, dan mesin jahit, dulu rajutan pernah dibeli orang Australia lewat teman,” pungkasnya.

Sementara menurut Kepala Desa Mardjono mengatakan, saat ini lewat Pemerintah Desa dirinya akan berusaha membantu masyarakatnya yang memiliki potensi yang akan diikutkan di acara-acara pameran kedepannya.

” Pemerintah desa akan membantu ikut memasarkan produk rajutan yang asli lokal warga sini, kedepannya jika nanti ada even pameran, kita akan ikutkan agar bisa dikenal ke masyarakat luas,” ungkap Mardjono saat mendampingi awak media.

Koleksi rajutan Sugiyanti bisa dilihat di akun Instagram (IG): sugiyantinadir Facebook: sugiyanti nadir atau dapat memesan melalui nomor WhatsApp secara langsung di 085867922934. (GN)

  • Bagikan