Masyarakat Desa Hameli Ate Telah Mengecewakan Pj. Plt. Petrus Jaha Dili Dawa Atas Penyelewengan Tupoksinya

  • Bagikan

Analisinew.co.id-Kodi Utara-Kepala Desa Hameli Ate, Petrus Jaha Dili Dawa, tidak memenuhi undangan dari warga masyarakatnya, Senin, (27/09/2021).

Tujuannya, meminta agar PJ. Kades Hameli Ate, Petrus Jaha Dili Dawa, agar bertanggung jawab, transparan dan akuntabel dengan anggaran DD tersebut.

Adapun yang mengundang, atas nama warga masyarakat dan Tim Posko Desa Hameli Ate. Isi undangan itu, terkait Bantuan Langsung Tunai (BLTDD) dan Dana Posko. Hari tanggal, Senin 27 September 2021. Waktu, pukul 09.00 sampai selesai, bertempat, di Kantor Desa Hameli Ate.

Menurut pengakuan dari salah satu warga masyarakat, Stefanus Rehi Tanggu Bole, SH telah mengantar langsung surat undangan kepada Pak Petrus dan diterima oleh PJ. Desa Hameli Ate, Petrus Jaha Dili Dawa.

“Sebagai perwakilan, Stefanus Rehi Tanggu Bole, SH menjelaskan alasan dibuatnya undangan kilat dikarena melihat beberapa hal penting tentang penyelewenang Dana Desa berupa Bantuan Langsung Tunai (BLTDD) dan Dana Covid-19 tahun 2021.

“Warga masyarakatnya menilai PJ. Kades Hameli Ate tidak bertanggungjawab dan telah menyelewengkan anggaran Dana Desa dari kedua item tersebut kepada kami masyarakat, karena realita dilapangan nihil”jelas Stefanus.

Tepat pada pukul 09.00 WITA sesuai undangan kilat tersebut, Senin, 27/09/2021. “Tokoh Pemuda, Pelopor Desa, LPM dan warga masyarakat, hadir di kantor Desa Hameli Ate dan menunggu PJ. Kepala Desa, Petrus Jaha Dili Dawa.

“Namun waktu sudah pukul 11.30 WITA, PJ. Kepala Desa Hameli Ate, tidak juga memenuhi undangan tersebut tanpa alasan,”jelas masyarakat.

“Disamping itu, perwakilan, Stefanus telah menghubungi beberapa kali kepada PJ. Kades Hameli Ate, baik melalui via telepon seluler maupun via WhatsApp, namun nomor PJ. Kades sedang tidak aktif. Karena tidak adanya informasi dari PJ. Kepala Desa, akhirnya kami masyarakat bubar dengan rasa kecew,” ujarnya

Dari keluhan itu, atas nama warga masyarakat Desa Hameli Ate, tidak akan tinggal diam dan akan bersurat kepada pihak Kecamatan Kodi Utara, dan meminta pihak Kecamatan untuk memanggil dan menghadirkan PJ. Kepala Desa, agar bersama mempertanyakan dan meminta kejelasan terkait BLTDD dan Dana Covid-19 tahun anggaran 2021,”tegas masyarakat.

Penulis: Rovin TengeEditor: Andrey Luiye
  • Bagikan