Terjadi Di Mesuji, Oknum Kades Kecamatan Tanjungraya Diduga Kuat Menjual Sapi Bantuan

  • Bagikan

AnalisNews.co.id |Mesuji, Lampung,- Seiring dengan laju pertambahan penduduk dan semakin membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat mengakibatkan permintaan konsumen terhadap komoditas hasil ternak khususnya daging dari tahun ke tahun cendrung meningkat pula, baik dari segi jumlah maupun mutunya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut telah terjadi pemasukan ternak sapi potong dari Pemerintah kepada para petani ternak setiap tahun juga menunjukkan peningkatan, yang salah satunya adalah program estafet sapi yang bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi potong dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para peternak.

Usaha penggemukan dan pengembangbiakan sapi potong merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat peternakan yang mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan dimasa depan. Hal ini terbukti dengan semakin banyak diminati masyarakat baik dari kalangan peternak kecil, menengah maupun swasta atau komersial.

Penggemukan sapi pada dasarnya adalah mendayagunakan potensi genetik ternak untuk mendapatkan pertumbuhan bobot badan yang efisien dengan memanfaatkan input pakan serta sarana produksi lainnya, sehingga menghasilkan nilai tambah usaha yang ekonomis.

Tujuan dari penggemukan ternak sapi adalah untuk meningkatkan produksi daging persatuan ekor, meningkatkan jumlah penawaran daging secara efisien tanpa memotong sapi lebih banyak, menanggulangi populasi ternak sapi yang menurun akibat pemotongan dan dapat menghindari pemotongan sapi betina umur produktif.

Dalam usaha penggemukan sapi potong, selain dapat memperbaiki kualitas daging dan menaikkan harga jual ternak, juga dapat meningkatkan nilai tambah dari pupuk kandang yang dihasilkan ternak sapi. Artinya, pupuk kandang yang diproduksikan pada waktu penggemukan itu dapat lebih ditingkatkan nilai ekonomisnya.

Namun tujuan dari salah satu program unggulan Pemerintah diatas tidak sesuai dengan apa yang terjadi diruang lingkup Pemerintahan Kabupaten Mesuji, Provinai Lampung khususnya di Desa Sriwijaya, Kecamatan Tanjungraya Kabupaten Mesuji. Bantuan sapi yang disalurkan kepada kelompok ternak setempat melalui program Estafet Sapi diduga dijadikan ajang manfaat untuk menguntungkan diri sendiri ataupun secara berjamaah dengan cara dijual oleh oknum Kepala Desa Sriwijaya.

Sebelum berita ini dipublikasikan, salah satu nara sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, (Kamis 9 September 2021) kalau Kades Sriwijaya atas nama Juwadi pernah menjual sapi bantuan pada tahun 2017-2018 seharga 8 juta rupiah per-ekornya kepada salah satu warga Desa Wirajaya atau Desa tetangganya atas nama Imam selaku orang yang pemotongnya.

“Dulu Kades Juwadi itu pernah menjual sapi bantuan seharga Rp. 8,000,000,- kepada salah satu calon Kades Wirajaya sebelum dijabat oleh Pak Wagino atau baru-barunya Pak Wagino terpilih menjadi Kades Wirajaya, dan yang memotongnya atas nama Pak Imam”, Ungkapnya.

Mendengar hal tersebut, dengan cepat awak media mencari fakta yang sebenarnya. Kepala Desa Sriwijaya Juwadi awalnya sangat sulit ditemui dirumah ataupun dikantornya untuk dilakukan konfirmasi, yang pada akhirnya pihak media melakukan koordinasi dengan Camat Tanjungraya Kabupaten Mesuji, Komang terkait dugaan adanya penjualan sapi bantuan oleh salah satu oknum Kepala Desa binaanya, Komangpun berjanji akan segera melakukan pemanggilan dan mempertanyakan hal tersebut kepada Kades yang bersangkutan.

Kepada Awak Media, Camat Tanjungraya Kabupaten Mesuji, Komang melalui telepon seluler, (Rabu 15 September 2021) mengatakan dirinya telah memanggil Kepala Desa Sriwijaya dan mempertanyakan kebenaran dugaan jual sapi bantuan tersebut, namun Kades Sriwijaya membantah tidak benar dengan alasan adanya sapi bantuan tersebut diera kepemimpinan yang lama sebelum dirinya menjabat dari program Estafet, Camat Komangpun akan melakukan pemanggilan terhadap para kelompok ternak penerima batuan.

“Beberapa hari yang lalu sudah saya panggil Kades Sriwijaya dan mempertanyakan hal tersebut, dirinya membantah dengan alasan bantuan sapi tersebut diwaktu kepemimpinan lama sebelum dirinya, dan sapi tersebut dari program Estafet, namun saya tetap akan melakukan pemanggilan dan mempertanyakan keberadaan sapi-sapi tersebut secepatnya, berhubung pada hari senin kemarin hujan seharian, dan hari selasa saya ada pelantikan, mungkin besok atau lusa saya akan segera memanggil kelompok taninya”, jelas Komang.

Namun penjelasan Komang berbeda dengan yang diakui oleh Kades Juwadi, pada saat dikonfirmasi melalui telepon seluler miliknya dinomor yang berbeda, Kades Juwadi akhirnya mengangkat telepon dan berhasil dikonfirmasi awak media terkait dugaan dirinya telah menjual sapi bantuan tersebut, Juwadipun mengakui memang benar diriny telah menjualnya kepada orang yang disebutkan di Desa Wirajaya pada saat dirinya sebagai blantik sapi, dengan dalih alasan sapi tersebut tidak mau hamil setelah beberapa tahun dipelihara, namun Juwadi berkata kalau sapi yang dijualnya tersebut telah diganti kembali.

“Memang benar mas, bantuan sapi tersebut sebelum jaman saya menjabat dapatnya, karena sapi tersebut tidak mau hamil atau kata istilah bahasa jawanya manjer setelah dipelihara oleh salah satu peternak, maka saya gantilah pakai uang dan saya menjualnya, tapi saya sudah menggantinya kembali berbentuk sapi dan bisa dicek kelapangan mas, kalau mau cek juga saya siap dampingi, saya juga sudah dipanggil sama pak Camat dan sudah saya jelaskan kepada beliau kalau bantuan sapi tersebut bukan dijaman kepemimpinan saya”, ungkapnya.

Dari pengakuan Juwadi tersebut, bisa disimpulkan kalau dirinya mengakui benar telah menjual sapi bantuan yang ada di Desa nya. Dengan adanya pemberitaan ini, diharap kepada Dinas yang bersangkutan serta instansi terkait lainnya agar segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum Kepala Desa Sriwijaya, Kecamatan Tanjungraya Kabupaten Mesuji atas nama Juwadi yang diduga kuat telah menjual aset pemerintah yang dimana seharusnya dijadikan salah satu pengembangbiakan ternak di Pemerintahan Desanya sendiri sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat.

Penulis: Tim/RedEditor: (*)
  • Bagikan