AS Panji Gumilang Lounching Lagu Keroncong “Pesantren Damai”

  • Bagikan

ANALISNEWS, INDRAMAYU – Syaykh Al-Zaytun Prof. DR. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang M. P., melaunching tiga lagu keroncong, diantaranya adalah lagu keroncong “Pesantren Damai” pada Kamis, 7 Oktober 2021 di Masjid Rahmatan Lil’Alamin Al-Zaytun Indramayu, bertepatan hari jadi Kabupaten Indramayu ke-494.

Lagu Keroncong berjudul “Pesantren Damai” diciptakan oleh Syaykh Al-Zaytun Prof. DR. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang M. P., arransement oleh Agung Setiyawan dan dinyanyikan oleh Sundari Soekotjo.

Sebelum penayangan, Syaykh Al-Zaytun menjelaskan bahwa lagu keroncong “Pesantren Damai” sebenarnya sudah diciptakan  hampir 25 tahun lalu tapi baru dilaunching.

“Kita ciptakan lagu keroncong Pesantren Damai itu pada tahun 2000. Dipertemukan dengan penyanyi idamannya baru pada tahun 2021. Melalui topobroto, kita mendapatkan penyanyinya. Ini namanya pulung. Pulung artinya sesuatu yang dikehendaki yang sulit ditempuh tapi masuk ke tempat kita dengan tanpa kesulitan apapun dan dengan keikhlasan, maka ini satu karunia,” ungkap Syaykh.

BACA JUGA : Sambut Harlah Indramayu ke-494, Al-Zaytun Launching Tiga Lagu Keroncong

Video klip “Pesantren Damai” mengambil suasana Komplek Kampus Al-Zaytun dan Pantai Utara Kabupten Indramayu. Diproduksi oleh Danasmara Production, dipublikasikan di chanel youtube Al-Zaytun official di link : https://www.youtube.com/watch?v=El83gqCJ2-U&t=19s

Berikut Teks Lyrik lagu Keroncong Pesantren Damai :

 

PESANTREN DAMAI

Ciptaan A.S. Panji Gumilang

 

Perintis pesantren kita

Saudagar Gujarat India

Kota Gresik pusat penyebarannya

 

Kota Gersang namun resik

Wali pendirinya

Syaykh Maulana Malik Ibrahim

Kota asri damai abadi

Kota tempat para wali

 

Pesisir Utara…

Pohon lontar saksi berdirinya

Diteruskan santri gemilang

Al Zaytun_lah tempatnya

 

#interlude

kembali dari awal

Lirik yang terakhir diubah

 

Diteruskan hamba perdamaian…

Al Zaytun_lah wujudnya

Syaykh Al-Zaytun Prof. DR. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang M. P., melaunching tiga lagu keroncong, diantaranya adalah lagu keroncong “Pesantren Damai” pada Kamis, 7 Oktober 2021 di Masjid Rahmatan Lil’Alamin Al-Zaytun Indramayu, bertepatan hari jadi Kabupaten Indramayu ke-494.

Dijelaskan Syaykh bahwa lagu Keroncong  “Pasantren Damai” bercerita tentang sejarah pesantren. Syaykh merujuk judul lagu Pesantren Damai dari sejarah Pesantren Tebuireng yang menurut catatan sejarahnya berdiri tahun 1899 pada buku tulisan Solihin Salam.

“Syaykh simpulkan, maka berbunyilah Perintis pesantren kita, terceritakan saudagar Gujarat India, kemudian disebut kota Gresik pusat penyebarannya bukan karena Panji Gumilang ini dilahirkan di Gresik tapi sejarahnya bercerita seperti itu. Kotanya tidak terlalu adem. Gersik kota gersang namun resik di situ banyak Wali paling tidak ya wali santri,” jelas Syaykh.

Menurut Syaykh, wali adalah sebuah kekuatan, agen dari Yang Maha Esa untuk melakukan sesuatu yang dicita-citakan dan diizinkan oleh Yang Maha Esa untuk mendirikan sebuah peradaban.

Bait selanjutnya apakah Pohon Lontar, Syaykh memaparkan bahwa pohon lontar sebagai saksi orang-orang Negeri Gujarat India datang ke Pulau Nusantara.

Pohon Lontar saat itu menurut Syaykh pohon yang daunnya bisa digunakan sebagai alat tulis, ketika zaman itu belum ada kertas dan lain sebagainya maka Lontar dipakai tempat untuk menulis. Saat ini masih ada sisa-sisa peninggalan Pohon Lontar di sepanjang pesisir Pulau Madura, Flores Timor dan sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.

“Diteruskan cita-cita pendiri itu oleh santri gemilang. Mengapa harus ada santri gemilang? Ini adalah bahasa simbol. Silahkan mencari simbol apa di dalamnya. Kemudian wujud Zaytun. Al-Zaytun tidak dikatakan Mekar Jaya, tidak dikatakan Indramayu tidak dikatakan Indonesia. Al-Zaytun sebagai simbul nasionalisme,” jelas Syaykh.

Diteruskan hamba perdamaian, Al-Zaytun itulah wujudnya. “Al-Zaytun, sebagai pusat pengembangan budaya toleransi dan perdamaian, menuju masyarakat cerdas, sehat dan manusiawi,” pungkas Syaykh. (Taufik)

  • Bagikan