Dari Hoby, Anggota Polsek Susukan Banjarnegara Ini, Jadikan Merpati Hias Sebagai Bisnis Sampingan

  • Bagikan

BANJARNEGARA, analisnews.co.id – Berawal dari hobi, anggota Polsek Susukan Banjarnegara Aiptu Rame Setiawan, kini mengembangbiakkan berbagai jenis burung merpati hias dengan corak dan motif yang sangat menarik.

Ada ratusan merpati yang ia pelihara di rumahnya, mulai dari merpati Pakistan,Turki,Jerman, India dan dirinya ia peroleh dari teman komunitas dan telah dirawatnya selama tiga tahun hingga banyak yang sudah beranak

Tak hanya sekadar hobi, kini mulai mengais keuntungan ekonomi dari kegemarannya itu. Melalui media sosial, beberapa jenis merpati yang ia telah kembang biakkan telah terjual ke para pecinta merpati sampai luar pulau Jawa mulai dari Sulawesi,Jambi,Kalimantan hingga ke Papua.

” Awalnya dulu itu hanya hobi saja, karena saat itu saya tertarik ternyata merpati banyak macamnya. Saat itu pertama kalinya tertarik sama yang jenis hias, karena motifnya memang sangat menarik. Lama-lama saya pelihara dan sampai sekarang sudah bisa saya jual dan selama tiga tahun sudah ribuan,” kata Aiptu Rame saat ditemui analisnews.co.id dirumahnya, Jumat (15/10/2021).

Untuk sepasang merpatinya Aiptu Rame mematok harga dikisaran Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta rupiah,tergantung dari motif, corak dan kwalitas merpatinya. Harga tertinggi tentunya pada merpati yang sudah memenangi kontes.

” Harganya ya tergantung jenis, corak dan kwalitasnya, apalagi kalau sudah pernah ikut lomba dan menang, itu bisa sampai puluhan juta rupiah. Kalau yang pernah saya jual itu masih kisaran Rp 3 jutaan perpasang,” jelasnya.

Ternyata cara memelihara merpati hias, menurut Aiptu Rame yang saat ini menjabat sebagai Kanit Intel Polsek Susukan tersebut tidak sama dengan merpati biasa. Selain lebih sulit juga rentan terhadap keadaan cuaca, karena untuk merpati hias mudah tertular penyakit. Ia menambahkan belajar memelihara merpati hias dari google dan YouTube juga dari teman sesama komunitasnya.

“Awalnya saya belajar dulu, buka-buka YouTube dan google, karena belum punya pengalaman sama sekali, karena saya paham kalau merpati hias beda dengan merpati biasa perlakuannya, karena rentang sekali dengan cuaca, jadi perlu adaptasi, dan makannya pun harus terjamin, untuk makannya saya hanya cukup jagung,por sama beras merah, yang penting perawatannya harus baik,” sebutnya.

Saat ini, Rame Setiawan berencana akan terus mengembangkan hobi sekaligus bisnisnya itu, sehingga menurutnya disaat dirinya nanti pensiun jadi Kepolisian bisa memilki kesibukan yang sekaligus ladang bisnis untuk hari tua.

” Ya hitung-hitung biar nanti sudah pensiun dari Kepolisian bisa untuk kesibukan dan syukur bisa menjadi ladang bisnis dihari tua, dan bisa untuk tambahan pemasukan keluarga untuk anak-anak saya nantinya,” tambahnya.

Saat ini, merpati hiasnya sudah mencapai kurang lebih 150 ekor dengan corak berbeda-beda dan bagi masyarakat yang ingin memilki merpati hias, merpati pos dan Endemik bisa langsung datang kerumah Aiptu Rame di Jl Susukan-Banjarnegara atau bisa melalui Watshap 082226807059.

Penulis: Jurnalis Jalanan Editor: Gunawan
  • Bagikan