Kumpulan puisi puisi terbuang (Bung seano)

  • Bagikan

Mantan

Masih rindu dengan mu
Tapi kadang itu mengangu
Mengangu pkiran ku
Yang kadang tak terbendung

Rindu

Angin malam yang menusuk jiwa ku
Tak sama seperti pelukan hangat dari mu
Kadang itu menggangu
Di kalah rindu yang menjuruh

Rasa

Campuran unsur yang yang menjepit ruang hati
Membuat gumpalan rasa yang dirasakan
Tapi kadang terpendam oleh rasa
Yang dikecewakan oleh rasa yang dirasuk

Senja

Senja kadang membuat rindu
Di kalah sunyi yang merdu
Menatap senja yang hampir hilang
Seperti merelahkan kepergian mu

Luka

Luka yang masih membekas
Di tutupi serpihan kenangan
Yang tak tau kapan hilang
Kadang merobek hati yang lugu
Dan membuat rasa yang mulai lesu

Malam

Gelap mengetar hati yang kosong
Serasa henti nadi-nadi kehidupan
Merobek hati yang hancur
Di temani rasa hampa

Sunyi

Hempasan-hempasan sunyi yang bergairah
Menutupi hamparan hampran hati yang kosong
Kadang itu mengangu Setiap hembusan nafas
Yang tak henti henti menungu kehadiran mu

Perih

Kepergian mu yang tak di sangka
Merobek selembar bagian hidupku
Sobekan sobekan itu hancur dan tak tau kemana
Hanya waktu yang mampu menjahit Setiap
Bekas bekas luka yang kau perih

Singkat

Awal jumpa dengan mu membuat hati ku bergairah dalam menapaki Setiap lembaran yang siap menjaga mu di segalah sisi

Tatapan sinis mu membuatku terbayang dalam menapaki alur alur kisah cinta ini
Ku tau kaulah jawaban yang ku pinta
Dari sang pencipta

Namun yang kuharapkan tertutup hasrat mu memilih dia yang lebih sempurna dan memilih pergi bersama dengan nya

Kepergian mu itu membuat ku kuat dalam melihat
Serpihan serpihan kenangan indah yang mulai pecah’ di makan waktu

Ku sadar Kisah yang kita jalani hanya seperti judul puisi ini “SINGKAT”

Sepih

Sunyi yang datang menghampiri di setiap hari lepas kepergian mu tak kunjung henti.
Sepih yang menghantui dan merasuki di dalam hari hari yang begitu seram

Halusinasi yang terjadi begitu mencekik setiap nadi nadi yang merespon akan kedatangan mu
Namun harus sadar bawa kau telah bahagia walaupun dengan dia yang kau pilih

Ketidak percayaan membuat hilang harapn akan hidup menapaki hari hari sendiri
Dan dari kepergian mu ku sadar sesuatu yang indah akan ada setelah kerja keras yang mendalam

Ungkapan janji mu ku Ubah menajdi syair syair yang indah.
Kata kata manis mu ku Ubah menjadi bait bait yang mepesona

Kini kusadar kepergian mu membuat ku lemah akan janji manis dan kata kata indah
Tetapi mempunyai hati yang kuat dalam mengetarkan insan insan yang mabuk akan cinta
Akhir kata: thanks and sorry for anything (terimah kasih dan maaf untuk apapun)

Sadar

Bukan menyerah atau lelah
Melawan waktu yang tak searah
Kadang di paksa maju oleh perasaan
Di pukul mundur oleh keadaan

Luka

Perkenalkan ini Beta bukan dia yang di vonis menderita berbagai macam penyakit

Di sebabkan oleh tusukan janji manis mu
Di butakan oleh harapan
Di buat sesak oleh pelukan mu
Di patahkan oleh kepergianmu

Dan di racuni oleh kesendirian
Di sebabkan karena tikaman kasat mata
Yang merangkul dan menusuk

Biarkan
Otak berfikir
Hati memilih
Waktu menjawab

Kopi

Pantasan Beta kopi pait ternyata
Yang Beta kasih masuk bukan gula
Tapi kenyataan

Mengingat

Paleng singkat tapi sangat melekat
Bukan komitmen tapi cuman sekedar momen
Beta yang obati se tapi se yang pilih dia

Asmara

Layaknya sebuah kapal tua perjalana asmara ini pasti akan menemui gelombang pasang surut yang mengoyang hubungan kita

Tapi selalu ingat ketika kita turun dari kapal
Itu bukan berarti kita kalah
Tapi kita sedang mencari rumah untuk sekedar berteduh

Kepergian

Di balik se pung cara menjauh dari Beta kehidupan
Di situ Beta sadar bahwa Fery waipirit-hunimual
Lebih tau cara berpamitan

Sadar

Sekarang mau bagaimana
Sabar menyakitkan, diam menyiksa, biacara parcuma, tatawa jua cuman par parlente

Lalah

Kalau lalah tidor karna jelas se pung kasur
Labe nyaman dari dia pung sikap

Sabar

Sakarang Beta sadar kalau Pi diam-diam
Adalah cara pamit paleng pahit

Pilihan

Aku Lebih memilih meneguk segelas kopi dan memikirkan kata demi kata agar dapat menciptakan sebuah paragraf yang indah

Dari pada harus memikirkan dia yang sedang merencanakan kebahagian nya dengan orang lain.

Istimewa

Memang Beta zg pernah ketemu keistimewaan dari dia
Tapi jawabannya tanpa dia zg ada yang istimewa

Getaran getaran rindu

Di kalah senja yang menyejukkan mata
Engkau duduk di sebuah bangku yang nyaman

Kau merasa nyaman dengan kenyamanan yang ada namun perlahan lahan kenyaman itu mulai hilang di di telan datangnya malam seperti kepergiannya yang tak kunjung kembali

Getaran getaran rindu mulai tumbu seiring berjalan malam yang mulai membisu

Engkau yang hanya duduk menuggu centang whatshapp beruba menjadi warna biru.

Sadar lah wahai kaum kaum yang di Sandra denga sejuta kenangan yang di borgol dengan ribuan kerinduan

Engaku masih terlalu lugu dalam menungu seseorang yang tak pasti

-seano nusa ina 24 april 2021

Rintihan hati

Rintihan hujan bisa ku halangi Dengan payung
Tapi rintihan hati karna kepergian mu tidak bisa di halangi

Senyum mu bagikan payung yang selalu melindungi ku dari setiap dekapan rindu yang mulai membunuh

Tapi kepergian mu tak bisa di halangi setelah datangnya angin yang meniup sejuta kisah yang perna kita alami

-seano nusa Ina 24 april 2021

Kenangan bersama

Lika liku perjalanan kisah cinta yang kita lalu
Meningal kan seribu satu kasih yang mungkin
Kini tinggal cerita

Kehilangan mu begitu mematahkan pundak yang perna kau jadi sandaran saat dunia mu sedang hancur

Kepergian mu meninggalkan luka yang membesar ketika melihat senyum mu saat sunyi yang membunuh

Di kalah hari-hari yang mulai menjadi akhir kenangan kita di saat itu aku hancur menghadapi semua kisah ini

Pundak yang dulu kau jadi sandaran kini telah patah oleh harapan
Mata yang dulu melihat senyum dan tawa mu telah buta di tusuk oleh perihnya realita perpisahan ini
Telingan yang dulu mendengar teriakan sayang yang manja kini tuli di isi oleh angin lalu yang membunuh
Rambut yang kau usap kini gugur oleh serpihan rindu yang mengerikan

Semua bole hilang, semua bole berakir, semua bole pergi
Tapi yang kutahu kau lah satu satunya sumber inspirasiku sampai saat ini

Jika ini akhir dari semuanya izin kan aku menjadi temanmu yang perna impikan serumah dengan mu

Tapi jika kisah ini bole di putar kembali layaknya tunas yang tumbu subur di situ aku mau bersujud dan berdoa kepada sang ilahi agar pertemuan ini tanpa perpisahan.

-Seano Nusa Ina 25 April 2021

Realita perpisahan

Ketika hujan turun di seram bagian barat Dan air mengenang ruas jalan trans seram.
Di situ juga air mengenang pelupuk mata kami yang sedang merasakan pahitnya kehilangan

Berubah

Hari demi hari yang kita lalui kini telah hampir selesai di makan sikap mu yang mulai dingin akan kasih dan sayang mu

di setiap pagi yang menikam kau selalu menghangatkan tubuh yang hampir mati ini dengan pelukan hangat yang menyatukan hati dan batin ini

kini tubuh yang rindu akan pelukan telah berubah oleh sikap mu yang tak tau hilang di ambil oleh dia yang kau angap sempurna

Waktu berputar Seiring Kisah yang hampir pudar
Hatiku yang di paksa maju kini di pukul mundur oleh perasaan mu yang mulai memudar dari hidupku

Seiring dengan angin yang bertiup menusuk hati dan raga yang hampir mati ini ku relakan kau bahagia dengan pilihan hatimu yang kau memilih pergi bersamanya.

Kepergian mu membuatku kuat akan harapan yang hampir patah. Di setiap perjuangan ku yang hampir mencapai puncak kini telah hilang di tiup oleh serpihan serpihan rindu yang begitu kuat hingga membunuh setiap jiwa yang lebih dulu di patahkan oleh perubahan sikap dan sayang mu

Hinga sampai di saat aku mulai bingung antara menungu dan merelahkan kini keduanya seperti hujan yang datang di saat matahari yang mulai bersinar

Ungkapan ungkapan kasih dan sayangmu kini tinggal cerita di tutupi kabut yang membutahkan akan harapan memiliki mu

Jika suatu saat aku di izinkan memiliki mu maka yang paling ku binci dari semuanya yaitu perubahan untuk mencintai seseorang selain diri mu walau kadang aku yang di sakiti oleh perubahan mu.

-Seano Nusa Ina 26 April 2021

Kopi takdir

Jika kau kau merasa hancur pesan lah kopi menurut kenangan terpahit dalam hidup mu.
Dan jika kau butuh perbincangan untuk mendengarkan rintihan hati mu
Aku selalu ada untuk siap meminum kopi terpahit yang kau sajikan
Gengam lah kesedihan mu niscaya kopi yang kau pesan tak akan pernah sepahit menungu kehadiran mu

Seano Nusa Ina 26 Ap

  • Bagikan