Lapas Kelas IIA Kotabaru Bekali Keterampilan kepada Warga Binaan dengan Budidaya Ikan Lele

  • Bagikan
Kalapas kelas IIA Kotabaru memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan cara Budidaya ikan lele, ini adalah salah satu program pelatihan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas llA Kotabaru, Jumat (15/10/21).

ANALISNEWS, KORABARU – Kalapas kelas IIA Kotabaru memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan cara Budidaya ikan lele, ini adalah salah satu program pelatihan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas llA Kotabaru, Jumat (15/10/21).

Kepala Lapas kelas IIA Kotabaru Hidayat mengatakan, bahwa pihak Lapas Kotabaru sudah membuktikan  dengan membudidayakan ikan lele atau yang dikenal dengan nama latin Clarias Batrachus di lingkungan Lapas kelas llA Kotabaru.

“Ini adalah sebagai salah satu bentuk pembinaan bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kotabaru untuk memanfaatkan pekarangan di luar tembok jeruji, persisnya didepan halaman Lapas. dan ini sebagai sarana penempatan kolam-kolam ikan lele,” kata Hidayat.

Hidayat menerangkan, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pembelajaran bagi warga binaan Lapas kelas IIA Kotabaru sebagai bekal ilmu berwirausaha ketika mereka bebas dari Lapas nanti.

” Bukan hanya budidaya ikan lele saja yang kita berikan bekal, akan tetapi banyak keterampilan yang kita berikan kepada mereka. dan agar mereka nantinya dapat mengaplikasikannya setelah bebas nanti,” ucap Kalapas.

Untuk itu katanya, kita memanfaatkan halaman yang kosong di luar tembok jeruji ini, untuk membuat kolam ikan lele dengan ukuran lebar 1,5 m panjang 6 m semuanya berjumlah 5 kolam dengan jumlah bibit yang ditabur sebanyak tiga ribu bibit ikan lele.

“Saya berharap, semoga kedepannya para Napi yang bebas nanti agar dapat berwirausaha, sebab mereka kembali ke lingkungan tempat tinggalnya masing-masing usai melaksanakan masa tahanan,” tuturnya.

Ini adalah salah satu langkah kemandirian bagi mereka itu sendiri, dan membangun citra positif untuk kepercayaan diri Napi itu sendiri. pada saat bebas dan kembali kepada keluarga, dan di tengah-tengah masyarakat nanti,” pungkasnya. (zn)

  • Bagikan