Polres Kotabaru Geledah Kantor Dept Collektor Pinjol Ilegal

  • Bagikan
Polres Kotabaru gelar Konferensi Pers terkait perkara kasus dengan Badan Usaha yang bergerak di Bidang Dept Collector y3ang melakukan Penagihan Pinjaman Online (Pinjol) kepada Customer dengan melawan Hukum. berupa dugaan Pengancaman, Intimidasi serta menyebarkan Informasi Pribadi, Selasa (19/10/21) di Aula Sanika Satyawada Polres Kotabaru.

ANALISNEWS, KOTABARU – Polres Kotabaru gelar Konferensi Pers terkait perkara kasus dengan Badan Usaha yang bergerak di Bidang Dept Collector y3ang melakukan Penagihan Pinjaman Online (Pinjol) kepada Customer dengan melawan Hukum. berupa dugaan Pengancaman, Intimidasi serta menyebarkan Informasi Pribadi, Selasa (19/10/21) di Aula Sanika Satyawada Polres Kotabaru.

Hadir dalam konferensi pers Wakapolres Kotabaru, Kasat Reskrim Polres Kotabaru, Kasat Intelkam Polres Kotabaru, Kanit Krimsus Sat Reskrim Polres Kotabaru, KBO Sat Reskrim Polres Kotabaru, Kanit Tipikor Sat Reskrim Polres Kotabaru.

Kapolres Kotabaru AKBP Muhammad Gafur Aditya Harisada Siregar, S.I.K., mengatakan, pada Jam 2 siang kemarin pihaknya telah melakukan penggeledehan di sebuah kantor Dept Collektor Pinjaman Online (Pinjol) di jalan Brigjen H.Hasan basri Desa semayap Kecamatan. Pulau laut Utara Kabupaten Kotabaru.(Tepatnya disalah satu ruko depan Lapas kelas IIA Kotabaru), berdasarkan hasil laporan dari masyarakat bahwa adanya kantor Dept Collektor pinjaman online (Pinjol) Ilegal.

“Dari hasil penyilidikan sementara, perusahaan tersebut adalah perusahaan Pinjaman Online, namun perusahaan tersebut bekerjasama dengan beberapa perusahaan pinjaman online di seluruh Indonesia.” Ujarnya

Beberapa perusahaan pinjaman online ini memiliki aplikasi dengan melalui di Playstore, dan cara kerja perusahaan tersebut warga menerima sms atau Wa pinjaman kredit dengan beberapa persyaratan.

“Pinjaman 1 juta dalam jangka 7 hari harus mengembalikan 1 juta, dan apabila tidak bisa bayar per/harinya akan dikenakan bunga 5%.” Katanya.
Penagihan tersebut dilakukan dengan berbagai cara, ada yang baik dan ada yang melakukan ancaman, dan ada juga mendistribusikan data pribadi peminjam tanpa ijin dari orang yang berhak ke nomor yang telah di cantumkan di aplikasi. sampai saat ini kita masih melakukan pemeriksaan kepada 40 orang pekerja di perusahaan tersebut.” Katanya

Untuk pasal yang kami terapkan yaitu :  Pasal 48 ayat (1) dan/atau ayat (2) Jo pasal 32 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal 185 Jo Pasal 88 A ayat (3) Jo Pasal 88E ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Pasal 17 Undang-undang No 24 tahun 2011 tentang BPJS Ketenagakerjaan. untuk pelaku masih kami titik beratkan ke “PT. J” .  Namun untuk tersangka belum ada, masih dalam tahap penyelidikan.

“Saat ini ada salah satu warga asing asal Cina diamankan, dan akan kita serahkan ke kantor Imigrasi Batulicin. karena Visa nya sudah habis dan dan itupun hanya Visa kunjungan. kemudian untuk posisi orang asing tersebut Sebagai Konsultan dari Pinjol, untuk korban 1 orang dari warga Kotabaru, warga Pelahari, warga Kandangan, warga Batola.” Ucapnya.

Namun yang lainnya berasal di luar Kalimantan, sehingga untuk posisi  Kantor Pusat Dept Collektor Pinjol tersebut berada di Jakarta. untuk kegiatan perusahaan tersebut menurut keterangan saksi sudah berjalan sekitar selama 2 bulan.

“Dengan Barang bukti yang kita amankan, Perijinan dari Perusahaan PT. JMC, 1 ( satu ) unit Komputer Server,  2 ( dua ) unit laptop,  23 ( dua puluh tiga ) unit HP karyawan dan Pimpinan PT. JMC, Perjanjian kerja dengan karyawan PT. JMC, Slib Setor dan bukti transfer gaji Karyawan PT. JMC, Print Out capture PT. JMC untuk melakukan penagihan dengan cara melawan Hukum.” Terangnya.(zn)

  • Bagikan